Logo Bloomberg Technoz

Proyek PLTU Sumsel-8 PTBA Raih Pengakuan Internasional


(Dok. PTBA)
(Dok. PTBA)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP), anak usaha PT Bukit Asam Tbk (PTBA), mencatatkan pencapaian di tingkat internasional melalui proyek PLTU Tanjung Lalang atau PLTU Sumsel-8. Pembangkit berkapasitas 2×660 megawatt (MW) tersebut meraih China Civil Engineering Zhan Tianyou Award ke-21.

Penghargaan itu diterima Vice President Director HBAP Dody Arsadian dalam seremoni yang berlangsung di Chengdu, Sichuan, Tiongkok, pada 22 September 2026. Pengakuan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak proyek PLTU Sumsel-8 dalam memenuhi standar teknik dan rekayasa yang ditetapkan dalam ajang tersebut.

Zhan Tianyou Award merupakan penghargaan di bidang teknik sipil dan inovasi rekayasa yang diselenggarakan China Civil Engineering Society bersama Beijing Zhan Tianyou Civil Engineering Science and Technology Development Foundation.

Penghargaan tersebut diberikan setiap tiga tahun kepada proyek yang dinilai memiliki pencapaian dalam sejumlah aspek. Penilaian mencakup kualitas, keselamatan, inovasi teknologi, serta penerapan pengembangan hijau dan rendah karbon.

Pada penyelenggaraan ke-21 pada 2026, sebanyak 100 proyek dari berbagai bidang terpilih melalui serangkaian tahapan penilaian. Dari keseluruhan proyek tersebut, enam proyek masuk dalam kategori Power Engineering.

PLTU Sumsel-8 menjadi salah satu proyek yang memperoleh penghargaan dalam kategori tersebut. Proyek ini juga tercatat sebagai pembangkit listrik pertama di luar Tiongkok yang meraih China Civil Engineering Zhan Tianyou Award.

Pencapaian tersebut menempatkan proyek PLTU Sumsel-8 dalam konteks pengembangan infrastruktur energi yang tidak hanya berorientasi pada kapasitas pembangkitan, tetapi juga aspek teknis dan tata kelola proyek.

PLTU Sumsel-8 Bawa Rekam Jejak PTBA ke Tingkat Global

(Dok. PTBA)

Corporate Secretary PTBA Eko Prayitno mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional terhadap pencapaian HBAP dalam mengembangkan proyek ketenagalistrikan.

Menurut dia, aspek kualitas, keselamatan, inovasi, dan keberlanjutan menjadi bagian penting dari pengelolaan proyek PLTU Sumsel-8. Penghargaan di Chengdu juga menjadi momentum bagi Grup Bukit Asam untuk memperkuat penerapan standar tersebut dalam pengembangan bisnis energi.

“Penghargaan Zhan Tianyou Award 2026 menjadi kebanggaan bagi Grup Bukit Asam sekaligus pengakuan atas pencapaian proyek PLTU Sumsel-8 di tingkat internasional. Kami berharap apresiasi ini semakin memperkuat komitmen PTBA dan HBAP untuk menjaga standar kualitas, keselamatan, serta penerapan inovasi dan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan proyek energi,” ujar Eko.

PLTU Sumsel-8 berlokasi di Muara Enim, Sumatera Selatan. Pembangkit ini memiliki kapasitas terpasang 2×660 MW dan menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan nasional.

Proyek tersebut juga mencerminkan kolaborasi Indonesia dan Tiongkok dalam pembangunan serta pengelolaan infrastruktur energi. Kehadiran proyek ini berkaitan dengan pengembangan kapasitas pembangkitan untuk mendukung kebutuhan listrik di dalam negeri.

Bagi PTBA, penghargaan Zhan Tianyou Award memperluas rekam jejak perusahaan dalam pengembangan bisnis di sektor energi. Pengakuan tersebut sekaligus membawa nama proyek yang berada di Muara Enim ke panggung internasional.

Dari sisi proyek, penghargaan ini menunjukkan bahwa PLTU Sumsel-8 dinilai memenuhi sejumlah parameter yang menjadi perhatian dalam ajang teknik sipil tersebut. Aspek yang dinilai mencakup kualitas pembangunan, keselamatan, inovasi teknologi, hingga pendekatan hijau dan rendah karbon.

Capaian ini juga menjadi bagian dari perjalanan proyek PLTU Sumsel-8 dari Sumatera Selatan menuju forum internasional di Chengdu. Penghargaan tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah proyek infrastruktur energi nasional dapat memperoleh pengakuan dalam ajang rekayasa teknik di tingkat global.

Ke depan, PTBA bersama HBAP menyatakan akan terus meningkatkan kapabilitas serta kontribusinya dalam mendukung kebutuhan energi nasional. Upaya tersebut tetap diarahkan dengan memperhatikan kualitas, keselamatan, inovasi, dan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan proyek energi.

Dengan kapasitas 2×660 MW, PLTU Sumsel-8 menjadi salah satu bagian dari infrastruktur pembangkitan yang dikembangkan untuk menopang kebutuhan energi Indonesia. Sementara itu, penghargaan Zhan Tianyou Award memberikan dimensi tambahan terhadap perjalanan proyek tersebut melalui pengakuan dari lembaga teknik sipil di Tiongkok.

Bagi Grup Bukit Asam, pencapaian di Chengdu menjadi penanda kiprah PLTU Sumsel-8 sekaligus bagian dari upaya memperkuat posisi perusahaan dalam pengembangan sektor energi. Penghargaan itu juga menjadi catatan atas penerapan standar kualitas, keselamatan, inovasi, dan keberlanjutan dalam proyek yang dikelola HBAP.