Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan situs resmi BEI, Albert Maknawi juga menjabat sebagai Komisaris Utama KEEN.

Daftar Taipan

Belum lama ini, Sejumlah petinggi perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit dan industri kehutanan menghadiri pertemuan dengan tiga menteri Singapura untuk membahas dugaan keterkaitan kegiatan usaha mereka dengan kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap lintas batas.

Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong, Menteri Senior sekaligus Menteri Dalam Negeri K Shanmugam, serta Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Grace Fu. Pemerintah Singapura meminta perusahaan-perusahaan terkait bekerja sama dalam pemeriksaan independen.

Berdasarkan daftar yang dirilis Channel NewsAsia (CNA), dikutip Kamis (29/1), terdapat delapan perusahaan yang diwakili para eksekutif senior dalam pertemuan tersebut. Beberapa di antaranya terhubung dengan pengusaha yang masuk daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes 2025.

Berikut daftar perusahaan dan perwakilannya:

  1. Bumitama Agri – Lim Gunawan Hariyanto
    Lim Gunawan Hariyanto menjabat sebagai CEO sekaligus executive chairman Bumitama Agri. Ia merupakan putra Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, taipan yang masuk daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes 2025 dengan kekayaan sekitar US$4,9 miliar. Keluarga Lim memiliki kepentingan bisnis besar di sektor perkebunan kelapa sawit.
  2. First Resources – Ciliandra Fangiono
    Ciliandra Fangiono menjabat sebagai CEO sekaligus direktur eksekutif First Resources. Ia dan keluarganya masuk daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes 2025, dengan estimasi kekayaan sekitar US$3,05 miliar. Bisnis First Resources berfokus pada perkebunan kelapa sawit dan pengolahan minyak sawit.
  3. Golden Agri-Resources – Franky Oesman Widjaja
    Franky Oesman Widjaja menjabat sebagai ketua sekaligus CEO Golden Agri-Resources. Dalam pertemuan tersebut, ia juga mewakili Asia Pulp & Paper (APP) Company dan Asia Pulp & Paper Company (China).
    Franky merupakan bagian dari keluarga Widjaja, pemilik kelompok usaha Sinar Mas. Keluarga Widjaja menempati posisi ketiga dalam daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes 2025, dengan estimasi kekayaan sekitar US$28,3 miliar. Golden Agri-Resources bergerak di sektor kelapa sawit, sedangkan APP beroperasi di industri bubur kertas dan kertas.
  4. Indofood Agri Resources – Mark Julian Wakeford
    Mark Julian Wakeford hadir sebagai CEO sekaligus direktur eksekutif Indofood Agri Resources. Perusahaan ini menjalankan bisnis perkebunan dan pengolahan kelapa sawit serta sejumlah komoditas perkebunan lainnya. Wakeford tercantum sebagai perwakilan perusahaan dalam pertemuan tersebut, tetapi bukan nama yang tercatat dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes 2025.
  5. Kencana Agri – Albert Maknawi
    Albert Maknawi menjabat sebagai CEO sekaligus direktur eksekutif Kencana Agri. Perusahaan ini bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan pengolahan hasil perkebunan. Maknawi hadir mewakili perusahaan dalam pertemuan dengan para pejabat Singapura.
  6. TSH Resources – Kelvin Tan Aik Pen
    Kelvin Tan Aik Pen hadir sebagai ketua TSH Resources. Perusahaan yang berbasis di Malaysia tersebut memiliki kegiatan usaha di sektor perkebunan kelapa sawit, termasuk di Indonesia. Namanya tercantum dalam daftar eksekutif yang menghadiri pertemuan tersebut.
  7. Wilmar International – Kuok Khoon Hong
    Kuok Khoon Hong menjabat sebagai ketua sekaligus CEO Wilmar International, perusahaan agribisnis yang bergerak di berbagai lini, mulai dari perkebunan hingga pengolahan dan perdagangan komoditas pertanian.
    Wilmar didirikan bersama Martua Sitorus, pengusaha Indonesia yang masuk daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes 2025 dengan estimasi kekayaan sekitar US$3,55 miliar. Namun, nama yang tercantum sebagai perwakilan Wilmar dalam pertemuan tersebut adalah Kuok Khoon Hong, bukan Martua Sitorus.
  8. Sinar Mas Group – Bernard Tan
    Bernard Tan hadir sebagai penasihat senior Sinar Mas Group. Ia juga disebut mewakili APP Company dan APP China dalam pertemuan tersebut melalui keterkaitannya dengan kelompok usaha itu.
    Sinar Mas merupakan kelompok usaha yang memiliki bisnis di berbagai sektor, termasuk pulp dan kertas, agribisnis, serta jasa keuangan. Keluarga Widjaja, yang mengendalikan kelompok usaha tersebut, masuk jajaran teratas daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes 2025.

Singapura menyatakan akan memperketat mekanisme pemeriksaan terhadap perusahaan yang diduga terkait dengan kebakaran penyebab kabut asap. Pemerintah juga berencana mengamendemen Transboundary Haze Pollution Act agar perusahaan yang menolak menunjuk penilai atau tidak bekerja sama dalam pemeriksaan dapat dikenai sanksi hukum.

(dhf)

No more pages