Hanya ada 178 saham yang menguat, sedang 449 lainnya turun. Sebanyak 336 saham stagnan.
Nilai transaksi sebesar Rp2,65 triliun usai 7,12 miliar saham ditransaksikan.
Untuk perdagangan hari ini, Kamis (29/10/2026), BRI Danareksa Sekuritas menyebut, penguatan ini mengindikasikan technical rebound setelah IHSG beberapa kali mendapat respons beli di area support. Di sisi lain, rupiah yang masih tertekan di atas Rp18.100 per dolar AS masih menjadi risiko bagi pasar.
Salah satu pendorong penguatan IHSG, investor asing mulai mencatatkan net buy sebesar Rp257 miliar di pasar reguler, menjadi pembelian bersih pertama setelah periode tekanan jual sebelumnya, yang berpotensi menjadi sinyal awal perbaikan aliran dana asing.
Dari eksternal, The Fed mempertahankan suku bunga di 3,75–4,00%, sesuai ekspektasi pasar, setelah menaikkan suku bunga 25 bps pada September. Namun, inflasi AS yang masih tinggi dan adanya dua pejabat yang menginginkan kenaikan suku bunga lanjutan menunjukkan risiko kebijakan moneter ketat masih terbuka. Kondisi ini perlu dicermati karena dapat menopang dolar AS dan membatasi aliran modal ke pasar berkembang.
“Secara teknikal, IHSG berpeluang melanjutkan technical rebound secara terbatas selama bertahan di atas support 5.182–5.118,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, dengan catatan, tren masih bearish karena indeks berada di bawah MA20 (5.731) dan MA200 (6.899). MACD masih negatif, meski histogram yang menyusut mengindikasikan tekanan bearish mulai mereda.
Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah DSNG, ANTM, dan AADI.
Lebih jauh, melansir Phintraco Sekuritas, The Fed mempertahankan suku bunga di rentang target 3,75%–4,00% pada pertemuan Oktober, memilih untuk menunda perubahan suku bunga hingga setelah pemilu midterm AS, sambil menunggu data lebih lanjut mengenai arah inflasi.
Yang jadi perhatian, dua anggota FOMC menyatakan keberatan terhadap keputusan tersebut. Chairman The Fed Kevin Warsh mengumumkan, The Fed akan mengurangi jumlah pertemuan penetapan suku bunga mulai tahun 2027. Warsh menyatakan mulai tahun 2027, salah satu dari 8 pertemuan The Fed akan difokuskan secara khusus pada strategi kebijakan moneter secara luas, sementara pertemuan lainnya akan ditujukan untuk penetapan kebijakan.
“Pada tahun 2028, The Fed berencana mengadakan dua pertemuan yang berfokus pada diskusi strategi,” mengutip Phintraco.
Top picks atau saham pilihan riset Phintraco: saham BBCA, BMRI, BBNI, ASII, ANTM, dan TINS.
CGS International Sekuritas Indonesia menuturkan, menguatnya Bursa Wall Street seiring dipertahankannya suku bunga acuan pada level 4%, banyaknya laporan kinerja keuangan emiten yang dirilis dan secara umum cukup baik, naiknya harga beberapa komoditas dan meredanya aksi jual investor asing diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Sementara itu tekanan terhadap rupiah berpeluang menjadi katalis negatif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.180–5.080 dan resistance 5.385–5.485,” tulis riset CGS International.
Dengan saham-saham pilihan CGS meliputi meliputi saham ASII, BBNI, BBCA, PGAS, PTBA, dan MIDI.
Panin Sekuritas menyematkan IHSG berpotensi melemah, disebabkan oleh kembali naiknya harga minyak, serta melemahnya rupiah.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip Panin Sekuritas.
Sedang, saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ICBP, PSAB, dan AMMN.
(fad)




























