Logo Bloomberg Technoz

Proyeksi Rupiah Setelah The Fed Tahan Bunga dengan Nada Hawkish

Tim Riset Bloomberg Technoz
29 October 2026 07:52

Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan terhadap rupiah di pasar spot diperkirakan belum sepenuhnya mereda hari ini (29/10/2026), meskipun tekanan eksternal sudah lebih jinak setelah The Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga sesuai perkiraan pasar.

Kebijakan suku bunga acuan itu turut menahan laju penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama terpangkas 0,1% jadi 102,08 pagi ini.

Sementara, harga minyak juga sedikit terpangkas setelah pelaku pasar menangkap sinyal adanya upaya diplomatik baru di Timur Tengah untuk mencegah terjadinya serangan militer AS terhadap Iran. Brent turun 0,89% ke US$114,29/barel dan West Texas Intermediate (WTI) terpangkas 0,79% jadi US$101,97/barel. 


Namun, sikap hawkish hold The Fed masih tetap menahan yield US Treasury tetap tinggi dan naik 2,5 basis poin (bps) jadi 5,02%. 

Di tengah dinamika eksternal, mata uang Asia sebagian berhasil menguat. Won Korea Selatan paling tajam 0,29%, disusul yuan offshore, dolar Hong Kong dan dolar Singapura lebih terbatas. Sebaliknya, yen Jepang melemah tipis bersama ringgit Malaysia.