Managing Director Petroleum Authority of Brunei Darussalam, Shamir Salahudin menyampaikan pentingnya ketahanan energi bagi seluruh negara ASEAN, termasuk bagi Brunei yang merupakan negara pengekspor minyak. Kolaborasi di regonal ASEAN penting untuk memastikan setiap orang memiliki akses terhadap sumber energi yang handal.
“Tahun ini terdapat dinamika geopolitik yang signifikan, menjadi sangat penting bagi negara ASEAN dan perusahaan energi nasional masing-masing negara untuk saling berkolaborasi. Forum ini juga merumuskan kesepakatan bagaimana kami untuk bekerjasama dalam memastikan ketahanan energi di kawasan ASEAN," lanjut Shamir.
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa sebagai pemimpin delegasi Indonesia sekaligus ASCOPE Secretary in Charge (ASIC), Pertamina memastikan kepemimpinan regional ini bermuara pada penguatan fondasi ketahanan energi nasional. Upaya tersebut berfokus pada tiga pilar utama, yaitu membangun keandalan infrastruktur dan jaringan energi regional; menjaga pasokan energi sejalan dengan akselerasi transisi energi yang terukur dan berkeadilan di kawasan; serta menindaklanjuti komitmen melalui kerja sama konkret untuk mendukung stabilitas ekonomi di tengah fluktuasi harga energi global.
“Forum ini diharapkan dapat meningkatkan kolaborasi serta mendorong kebijakan yang mencerminkan suara kolektif ASEAN, sekaligus memperkuat posisi tawar kawasan dalam peta energi global demi mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan di masa depan,” tutup Baron.
(tim)































