Logo Bloomberg Technoz

Rumah yang direncanakan memiliki luas sekitar 20–26 meter persegi dengan kapasitas dua kamar. Tahir memperkirakan biaya pembangunan mencapai sekitar Rp30 miliar, dengan estimasi biaya konstruksi Rp6 juta per meter persegi.

"Kita cek harga bangunan kira-kira Rp 6 juta per meter karena daerah sini lebih mahal dari Jakarta. Jadi kita harapkan 200 rumah kira-kira bisa Rp 30 miliar," jelas Tahir.

Berdasarkan estimasi tersebut, total biaya pembangunan bergantung pada luas dan biaya konstruksi setiap unit. Nilai Rp30 miliar yang disebut Tahir merupakan perkiraan anggaran, bukan nilai realisasi pembangunan yang telah dikonfirmasi.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan penerima bantuan rumah akan ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan bangunan dan kelayakan lokasi untuk pembangunan. Prioritas diberikan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat ditempati.

"Yang dipilih yang rumahnya rusak parah dan harus dibangun untuk menggantikan rumah yang tidak bisa ditempati. Lokasinya nanti kita lihat ditempat yang memang memungkinkan untuk dibangun. Kalau tidak memungkinkan untuk dibangun, tentu bukan di situ," ucap Emanuel.

Bantuan Tunai Rp1 Juta untuk 1.000 Warga

Di luar program pembangunan rumah, Tahir menyalurkan bantuan tunai kepada 1.000 warga dengan total nilai Rp1 miliar. Setiap penerima memperoleh Rp1 juta untuk membantu memenuhi kebutuhan setelah bencana.

"Kita hari ini ada suatu bantuan yang kecil saja, setiap orang Rp 1 juta, 1.000 orang Rp 1 miliar," kata Tahir usai menyerahkan bantuan.

Dalam sambutannya, Tahir mengatakan kegiatan kemanusiaan tersebut menjadi pengingat bahwa kesejahteraan tidak semestinya hanya dinikmati oleh segelintir orang. Ia menyinggung perjalanan hidupnya dan pengalaman membantu masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah di Indonesia.

"Bukan hanya saya yang berhak menikmati kemewahan, tetapi banyak orang Indonesia, saudara-saudara kita, yang juga berhak memiliki kehidupan yang nyaman," kata Tahir.

Ia juga mengungkapkan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat Flores memberinya kesempatan untuk kembali merefleksikan makna berbagi dan tanggung jawab sosial.

"Justru saya hari ini merasa diberkati karena saya bisa berada di antara kalian," ujarnya.

Tahir mengatakan pengalaman membantu masyarakat di berbagai wilayah, mulai dari Aceh, Padang, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Papua, hingga Palu, memperkuat keyakinannya bahwa kepedulian terhadap sesama tidak dibatasi oleh perbedaan latar belakang.

Ia juga mengenang kedekatannya dengan Labuan Bajo dan menyatakan bahwa Flores bukan wilayah yang asing baginya.

"Saya tidak asing dengan Flores, khususnya Labuan Bajo," katanya.

Warga Masih Membutuhkan Material Bangunanff

Bagi warga terdampak, pemulihan pascagempa tidak hanya berkaitan dengan bantuan tunai, tetapi juga kebutuhan membangun kembali tempat tinggal yang aman.

Ahmad Lumanto, salah seorang warga terdampak yang tinggal bersama satu anaknya, mengatakan kondisi rumahnya masih memperlihatkan dinding-dinding retak sekitar dua bulan setelah bencana. Keterbatasan biaya menjadi salah satu hambatan untuk memperbaiki hunian tersebut.

Meski bersyukur atas bantuan tunai yang diterimanya, Ahmad mengatakan material bangunan masih menjadi kebutuhan mendesak bagi warga yang rumahnya rusak.

"Kebanyakan karena banyak bangunan yang agak hancur, mungkin material yang pentingnya semen, pasir, batu," ungkap Ahmad.

Selain kerusakan rumah, warga juga menghadapi tekanan ekonomi akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Kemarau pada periode yang seharusnya memasuki musim hujan menyulitkan pengelolaan lahan pertanian, yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pemulihan tidak berhenti pada bantuan darurat. Dukungan berupa material bangunan dan bantuan lanjutan juga diperlukan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pemerintah Daerah Kawal Penyaluran Bantuan

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi bantuan Tahir Foundation yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak. Menurut dia, komitmen pembangunan rumah dan penyaluran bantuan tunai merupakan langkah konkret dalam mendukung pemulihan pascabencana.

"Ini acara luar biasa karena konkret, langsung beliau serahkan hari ini, tidak pakai tunggu-tunggu lagi," kata Melki.

Ia menilai bencana alam tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mengguncang rasa aman masyarakat, terutama bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal atau harus hidup dengan kondisi hunian yang belum layak.

"Penderitaan saudara-saudara kita di pelosok Nusantara adalah penderitaan seluruh anak bangsa," katanya.

Melki juga mengingatkan agar bantuan tunai dapat diterima secara utuh oleh warga yang berhak dan dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Pemerintah daerah akan mengawal pelaksanaan program pembangunan rumah, termasuk penentuan penerima bantuan dan pemilihan lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan Tahir Foundation, bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan masyarakat Flores, terutama bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa. Selain membangun kembali hunian, pemulihan juga membutuhkan dukungan berkelanjutan agar warga dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan layak.

(tim)

No more pages