Logo Bloomberg Technoz

Pasokan diesel khususnya mengalami tekanan setelah Rusia menghentikan ekspor pada Juli demi mengamankan kebutuhan domestik, menyusul serangan terhadap kilang dan pelabuhan mereka.

Krisis ini sempat mendorong harga diesel AS ke rekor tertinggi, sehingga memaksa Washington mempertimbangkan pembatasan ekspor—sebelum akhirnya Presiden Donald Trump mencapai kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk melepas lebih banyak bahan bakar ke pasar global.

Gejolak ini menciptakan peluang bagi India, yang memang menjadi salah satu pemasok diesel terbesar di dunia—bahan bakar vital yang menggerakkan sektor pertanian, industri, dan transportasi berat. 

Menurut data Kpler, tahun ini India telah melampaui Rusia menjadi eksportir diesel terbesar kedua di dunia. 

Perluasan kilang ini berpotensi semakin memperkuat pangsa pasar India dalam industri bahan bakar global, terutama karena Goldman Sachs Group Inc memprediksi pasokan akan tetap ketat hingga tahun 2027.

India dan China Memimpin Peningkatan Kapasitas Penyulingan Global. (Bloomberg)

Arvinder Singh Sahney, Chairman Indian Oil Corp—perusahaan penyulingan terbesar di India—menyatakan perusahaan memperkirakan akan memproduksi diesel tambahan hingga 9 juta ton per tahun mulai tahun depan. 

Hal ini dimungkinkan setelah proyek perluasan yang akan menambah kapasitas pengolahan minyak mentah lebih dari 17 juta ton di tiga kilang milik perusahaan selesai.

Chairman Hindustan Petroleum Corp, Vikas Kaushal mengatakan perusahaan akan menambah produksi diesel sekitar 4 juta ton, seiring kilang barunya di Rajasthan—berkapasitas 9 juta ton per tahun—beroperasi pada kapasitas penuh.

Numaligarh Refinery Ltd, anak usaha Oil India Ltd, akan meningkatkan produksi bahan bakar tersebut hingga sekitar 3 juta ton. Sementara itu, Sanjay Khanna, Chairman Bharat Petroleum Corp, memperkirakan perusahaan akan menambah 1,5 juta ton mulai tahun 2028.

Menurut data Kementerian Perminyakan, pada paruh pertama tahun fiskal yang dimulai April, perusahaan-perusahaan kilang India memproduksi 59 juta ton bahan bakar tersebut, sementara konsumsi domestik tercatat sekitar 46 juta ton.

Puri menyatakan total kapasitas kilang di negara tersebut akan meningkat dari sekitar 267 juta ton saat ini menjadi 300 juta ton per tahun, dan diperkirakan akan mencapai 400 juta ton dalam beberapa tahun ke depan.

"Skala kapasitas kilang India akan menjadi keunggulan strategisnya," ujar Mukesh Sahdev, pendiri, CEO, sekaligus analis utama minyak di XAnalysts.

(bbn)

No more pages