Pasar mencermati tiga katalis utama. Pertama, rilis laporan keuangan kuartal III-2026 yang berpotensi memicu pergerakan sektoral dan seleksi saham berdasarkan kinerja fundamental. Kedua, kebijakan BEI yang akan mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan transparansi indeks di tengah konsultasi MSCI terkait status pasar Indonesia. Ketiga, keputusan The Fed pada 29 Oktober di mana pasar memperkirakan suku bunga acuan bertahan di 3,75-4%.
“Secara teknikal, IHSG belum mampu menembus resistance terdekat di 5.455 dan berpotensi bergerak konsolidatif dengan peluang technical rebound selama bertahan di atas support 5.326–5.246,” mengutip riset BRIDS.
Tren masih bearish karena indeks berada di bawah MA20 (5.774) dan MA200 (6.933). Sementara MACD masih negatif dengan garis MACD di bawah signal line. Jika support mampu dipertahankan, maka IHSG berpeluang rebound untuk kembali menguji resisten 5.455–5.545
Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BBNI, TLKM, dan AADI.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas melihat pelemahan rupiah menjadi salah satu risiko utama bagi pasar keuangan domestik karena dapat meningkatkan tekanan inflasi impor, memperbesar beban utang valas perusahaan, serta membatasi ruang kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Rupiah yang masih berada di bawah tekanan dipengaruhi oleh ketidakpastian global, menjelang pengumuman The Fed pekan ini, harga minyak yang masih di level tinggi, serta kekhawatiran terhadap arus keluar modal asing.
Jika rupiah masih cenderung melemah, BI berpotensi akan menaikkan suku bunga acuan dalam rapat bulan depan.
“Investor menantikan kejelasan mengenai arah suku bunga ke depannya. Oleh karena itu, jika The Fed memberikan sinyal akan adanya perubahan suku bunga maka berpotensi akan menjadi katalis negatif,” tulis riset Phintraco.
Secara teknikal, IHSG kembali ditutup di bawah level 5.400, tetapi masih bertahan di atas level MA5. Histogram negatif MACD berlanjut menyempit dan Stochastic RSI bergerak di area pivot. Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 5.280–5.450.
Top picks atau saham pilihan riset Phintraco antara lain saham UNVR, BRIS, JSMR, PWON, dan SMGR.
CGS International Sekuritas Indonesia menuturkan, menguatnya bursa Wall Street dan naiknya harga beberapa komoditas mineral logam diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu berlanjutnya aksi jual investor asing dalam jumlah besar dan melemahnya nilai tukar rupiah berpeluang menjadi sentimen negatif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.300–5.225 dan resistance 5.445–5.520,” tulis riset CGS International.
Saham-saham pilihan CGS meliputi meliputi saham BBNI, AADI, SSMS, SMGR, JSMR, dan UNVR.
Panin Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi melemah, disebabkan oleh tensi yang meningkat antara Indonesia dengan Singapura, melemahnya harga komoditas, serta masih derasnya outflow dana asing. Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah AUTO, BRIS, dan BUKA.
(fad/aji)



























