“Iran siap mengambil langkah untuk memperdalam kerja sama regional, menyelesaikan perbedaan, dan memanfaatkan kapasitas bersama negara-negara Islam,” kata Pezeshkian dalam pertemuan tersebut, menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, IRIB News. Pezeshkian kembali menegaskan bahwa Iran tidak berupaya membuat senjata nuklir dan ingin melanjutkan aktivitas nuklir untuk tujuan damai.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan, menurut kantor berita Saudi Press Agency, pembicaraan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk “meredakan ketegangan di antara pihak-pihak yang terlibat dalam krisis saat ini, serta mendorong dialog dan penyelesaian diplomatik.”
Kementerian tersebut juga mengakui dan menyambut upaya Qatar dan Pakistan, yang menjadi mediator utama antara Iran dan AS.
Para peserta sepakat untuk melanjutkan pembicaraan, menurut pernyataan bersama yang disiarkan media Iran.
Kunjungan tersebut menandai lawatan resmi pertama Menteri Pertahanan Arab Saudi ke Teheran dalam lebih dari setahun. Khalid bin Salman merupakan saudara Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Kunjungan itu berlangsung di tengah eskalasi perang saudara di Yaman, tempat Riyadh dan Teheran mendukung pihak yang berseberangan. Pasukan Houthi yang bersekutu dengan Iran dalam beberapa pekan terakhir meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi, menewaskan puluhan orang dan melukai ratusan lainnya.
Pertemuan itu mempertemukan anggota Aliansi Pertahanan Mekkah, yang terdiri atas Arab Saudi, Turki, dan Pakistan, di Teheran untuk pertama kalinya sejak kelompok tersebut dibentuk pada Agustus. Ankara dan Islamabad selama ini berhati-hati agar tidak terseret ke dalam konflik Riyadh dengan kelompok Houthi, sementara pejabat Turki menegaskan bahwa aliansi tersebut bersifat defensif.
Departemen Luar Negeri AS pekan lalu memerintahkan sejumlah diplomat dan anggota keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi, sembari menyesuaikan penempatan staf di wilayah lain di Timur Tengah. Washington juga telah mengirim tambahan pasukan ke kawasan Teluk Persia, termasuk kelompok kapal induk ketiga.
Iran bersiap menghadapi kemungkinan dimulainya kembali kampanye pengeboman AS menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November dan menyiapkan aksi balasan di seluruh Timur Tengah, termasuk terhadap Israel dan negara-negara Arab di kawasan Teluk, menurut laporan Bloomberg.
Situasi tersebut akan menempatkan Arab Saudi dalam posisi menghadapi dua medan tempur dalam konflik Timur Tengah yang lebih luas, yakni melawan pemberontak Houthi dan, secara lebih langsung, melawan Iran.
Pejabat Iran menyatakan bahwa kelompok Houthi merupakan kelompok independen yang mengambil keputusan sendiri. Sementara itu, Riyadh berpendapat bahwa kelompok tersebut dilatih, dipersenjatai, dan didukung oleh Iran.
Peringatan serangan udara dibunyikan di Riyadh pada Senin pagi setelah serangkaian serangan besar-besaran yang dilancarkan Houthi di berbagai wilayah kerajaan itu selama akhir pekan.
Pasukan pimpinan Arab Saudi mengatakan telah melancarkan operasi terhadap Houthi pada malam sebelumnya. Dalam operasi tersebut, pasukan menghancurkan lima terowongan penyimpanan rudal dan menyerang empat peluncur rudal.
(bbn)
































