Jeffrey mengatakan BEI juga membuka peluang untuk menghadirkan narasumber independen dalam rapat-rapat komite. Dengan komposisi yang lebih luas, BEI berharap proses penentuan saham dalam daftar HSC dapat dilakukan dengan tata kelola yang lebih baik.
“Seperti kami sampaikan tadi, kami harapkan dengan demikian transparansi tata kelola dan kredibilitas dari komite ini akan dapat lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Perluasan komite tersebut juga memberi ruang bagi anggota untuk mengevaluasi metodologi penentuan saham yang masuk dan keluar dari daftar HSC. Jeffrey mengatakan perubahan metodologi, termasuk penetapan saham dalam daftar tersebut, akan dibahas dalam rapat komite sesuai kesepakatan yang ditetapkan.
Sebelumnya, BEI mengumumkan daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau HSC sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi struktur kepemilikan saham di pasar modal. Saham yang masuk daftar tersebut juga dikecualikan dari perhitungan sejumlah indeks utama BEI, termasuk IHSG, sesuai kebijakan yang disiapkan bursa.
Kebijakan HSC menjadi salah satu langkah BEI dalam memperbaiki kualitas informasi pasar, khususnya terkait konsentrasi kepemilikan dan pengukuran free float. Dengan memperluas komite, BEI berharap penentuan daftar HSC memiliki dasar metodologi yang lebih transparan dan kredibel bagi investor.
(dhf)



























