Logo Bloomberg Technoz

"Pasokan gas tersebut tercakup dalam kontrak komersial. Kami mengharapkan semua pihak memenuhi komitmen mereka, dan pihak importir gas Singapura akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya berdasarkan kontrak-kontrak tersebut," kata Wong.

Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. dok:Lionel Ng/Bloomberg

Menurut Sekretaris Jenderal PAP tersebut, Singapura juga secara proaktif memperkuat kemitraan di berbagai wilayah dunia, di mana para pejabat pemerintah sering melakukan kunjungan untuk membangun hubungan dan memperdalam kerja sama.

Dalam sepekan terakhir, Presiden Tharman Shanmugaratnam melakukan kunjungan kenegaraan ke Swedia, sementara Wong baru saja kembali dari Qatar dan Uni Emirat Arab.

"Negara-negara ini berada di belahan dunia yang berbeda, tetapi semuanya melihat nilai dalam menjalin kerja sama erat dengan Singapura," ujar Wong. "Hal itu mencerminkan kepercayaan dan iktikad baik yang telah kami bangun selama bertahun-tahun."

Wong menegaskan Singapura dikenal sebagai mitra yang dapat diandalkan, pusat yang tepercaya, dan negara yang selalu memenuhi komitmennya.

"Reputasi ini merupakan aset yang sangat penting, terutama di dunia yang terfragmentasi dan penuh masalah saat ini. Reputasi tersebut membantu kami menarik investasi berkualitas tinggi," imbuhnya.

"Investasi ini kemudian mendukung pertumbuhan, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong peningkatan pendapatan."

Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengumumkan mulai mengurangi kuota ekspor gas ke Singapura dengan volume total 31 billion british thermal unit per day (BBtud).

Keputusan tersebut dinyatakan bakal dimulai pada Sabtu (24/10/2026).

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan ekspor gas yang dikurangi berasal dari wilayah Natuna sebanyak 15 BBtud dan wilayah Sumatra sejumlah 16 BBtud.

“Mulai besok [hari ini] kita kurangi [ekspor] gas ke Singapura dari Natuna 15 BBtud, dari Sumatra 16 BBtud,” kata Djoko kepada awak media di sela Subroto Awards 2026, Jumat (23/10/2026) malam.

Dia menyebut wilayah kerja (WK) Jambi Merang di Sumatra menjadi lokasi pengurangan ekspor sebanyak 16 BBtud ke Singapura.

Djoksis, sapaan akrabnya, juga memastikan hanya mengurangi ekspor gas ke Singapura. “Enggak ada, pipanya kan ke Singapura saja,” tegas Djoksis.

Beberapa hari lalu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk mengevaluasi kontrak ekspor gas bumi. Langkah tegas ini akan menyasar negara-negara mitra yang dinilai tidak kooperatif dan kurang menghargai hubungan diplomasi dengan Indonesia.

“Saya akan melakukan evaluasi dan saya tidak segan-segan untuk mempertimbangkan tidak melakukan ekspor kepada negara mereka yang tidak menghargai Indonesia,” kata Bahlil dalam agenda Peresmian Penerimaan Gas JNE#6 dan Fasilitas Produksi Lapangan Maha-South Hub, Kamis (22/10/2026).

Bahlil juga menyoroti sikap sejumlah pihak asing yang kerap datang bernegosiasi hanya saat membutuhkan pasokan energi dari Indonesia.

Namun, ketika muncul isu atau kendala lain yang seharusnya dapat diselesaikan melalui dialog secara baik-baik, negara-negara tersebut justru menunjukkan sikap yang terkesan mengabaikan etika berdiplomasi.

“Itulah asas kesetaraan. Jangan pada saat mereka butuh baru mereka datang untuk memohon, pada saat ada persoalan lain yang sesungguhnya mampu dibicarakan baik-baik saja, seperti saudara yang tidak tahu adat saja,” kata Bahlil.

Singapura mengimpor gas alam dari Indonesia sebagian besar melalui pipa (piped natural gas). Pasokan disalurkan dari ladang gas di Lepas Pantai Sumatra Selatan, Natuna, dan Kepulauan Riau.

SKK Migas juga sempat mengkaji kemungkinan moratorium ekspor gas pipa ke Singapura selepas sejumlah kontrak berakhir 2028 mendatang.

Menurut hitung-hitungan SKK Migas, ekspor gas pipa ke Singapura per 2025 berada di level 200 juta kaki kubik per hari (MMscfd).

(red/ros)

No more pages