Muocha menekankan pentingnya membangun platform kolaborasi antarnegara, terutama di kawasan Global South, agar pengalaman dan kemampuan yang telah dimiliki suatu negara dapat dibagikan kepada negara lainnya.
"Jika kita ingin membangun ekonomi kreatif yang berkelanjutan bagi negara-negara kita, kita perlu menciptakan platform untuk mentransfer pengetahuan dan teknologi, termasuk keterampilan, mesin, serta berbagi akses ke pasar global," katanya.
Sementara itu, Anggota Parlemen sekaligus Asisten Menteri Perdagangan dan Pengembangan Bisnis Fiji, Sachida Nand, mengatakan kolaborasi internasional dapat dilakukan melalui pertukaran pengetahuan mengenai kebijakan dan insentif, produksi bersama di bidang film, musik, fesyen, dan desain, serta perluasan akses pasar bagi pelaku industri kreatif.
"Kita dapat bekerja sama melalui pertukaran pengetahuan mengenai kebijakan, insentif, dan data ekonomi kreatif," ujar Nand.
Dia menambahkan, kemitraan dalam produksi dan perdagangan produk kreatif juga dapat membuka akses yang lebih luas bagi pelaku industri untuk menjangkau pasar internasional.
"Fiji menawarkan kerja sama produksi bersama antara pelaku kreatif kita dan Anda, di bidang film, musik, fesyen, dan desain," katanya.
Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Nand menilai pelaku kreatif memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau audiens global. Meski demikian, sejumlah tantangan masih perlu diatasi, antara lain keterbatasan konektivitas, biaya distribusi, perlindungan hak pencipta, dan pelestarian keaslian budaya.
Fiji juga mendorong perluasan akses pasar agar pelaku kreatif di kawasan Pasifik dapat menjangkau konsumen di Asia dan berbagai pasar global. Upaya tersebut diharapkan dapat diperkuat melalui pertukaran pengetahuan mengenai kebijakan dan insentif ekonomi kreatif serta kolaborasi produksi di berbagai subsektor.
Nand menambahkan, penguatan kerja sama internasional juga dapat dilakukan melalui peningkatan mobilitas dan kapasitas seniman, pelajar, serta wirausaha kreatif. Dengan demikian, kolaborasi tidak hanya membuka peluang bisnis, tetapi juga mendorong pertukaran pengetahuan dan keterampilan antarmasyarakat.
Forum WCCE menjadi salah satu ruang bagi pemerintah dan pemangku kepentingan ekonomi kreatif dari berbagai negara untuk bertukar pengalaman dan menjajaki peluang kemitraan.
Bagi Indonesia, peluang tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas jejaring internasional, mempromosikan produk kreatif nasional, serta mengembangkan kolaborasi di bidang produksi, teknologi, dan akses pasar.
(dec/red)





























