Logo Bloomberg Technoz

Filipina Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5% Demi Redam Lonjakan Inflasi

News
22 October 2026 14:55

Ilustrasi Bendera Filipina (Sumber: SeongJoon Cho/Bloomberg)
Ilustrasi Bendera Filipina (Sumber: SeongJoon Cho/Bloomberg)

Cliff Venzon dan Ditas B Lopez - Bloomberg News

Bloomberg, Bank sentral Filipina menaikkan suku bunga acuan untuk keempat kalinya secara berturut-turut guna menekan kembali inflasi yang meningkat dan menopang peso yang melemah hingga menyentuh rekor terendah.

Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) pada Kamis (22/10) menaikkan suku bunga target reverse repurchase sebesar 50 basis poin menjadi 5,50%. Keputusan ini sesuai dengan perkiraan hanya satu dari 25 ekonom yang disurvei Bloomberg News. Sebanyak 24 ekonom lainnya memperkirakan kenaikan yang lebih kecil, yakni 25 basis poin.


“Dewan Moneter menilai diperlukan respons kebijakan moneter yang kuat untuk menghadapi tekanan harga yang semakin meluas dan meningkatnya risiko kenaikan inflasi,” kata BSP dalam pernyataannya. “Respons tegas ini akan membuat kebijakan moneter cukup ketat. Langkah ini akan membatasi dampak lanjutan dari kenaikan harga dan menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali.”

Keputusan tersebut menegaskan betapa persisten ancaman inflasi bagi negara Asia Tenggara itu. Filipina kini harus menghadapi kemungkinan kekeringan parah akibat El Niño, sementara dampak guncangan harga minyak global masih membebani perekonomian.