Logo Bloomberg Technoz

ITSEC: Indonesia Butuh 100.000 Talenta Siber dan AI


AICX 2026 (dok. Bloomberg Technoz)
AICX 2026 (dok. Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kebutuhan tenaga ahli keamanan siber dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia terus meningkat seiring meluasnya penggunaan teknologi digital di sektor perbankan, kesehatan, pertahanan, dan berbagai layanan publik. Untuk memperkuat perlindungan infrastruktur digital nasional, Indonesia dinilai membutuhkan sedikitnya 100.000 talenta di bidang tersebut.

President Commissioner PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) Richardus Eko Indrajit mengatakan, tantangan pengembangan talenta digital tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga kerja, tetapi juga kesesuaian kompetensi dengan karakteristik ancaman di setiap sektor.

“Jadi sebenarnya talenta di Indonesia itu banyak, tapi kurang banyak. Kenapa? Karena jumlah penduduk kita kan 280 juta,” ujar Eko dalam forum AI, Cyber & Quantum (AICX) 2026 di Bali Beach Convention, Sanur, Selasa (20/10/2026).


Menurut dia, Indonesia memiliki kebutuhan keamanan digital yang beragam karena karakteristik setiap industri berbeda. Pada sektor perbankan, ancaman dapat berupa gangguan transaksi dan perubahan nilai transfer. Sementara itu, serangan terhadap sektor pertahanan berpotensi mengganggu sistem persenjataan, sedangkan pada sektor kesehatan dapat memengaruhi operasional rumah sakit.

“Jadi kita membutuhkan banyak lagi cyber security dan AI di berbagai aspek kehidupan masyarakat,” katanya.