ITSEC Asia Dorong Kedaulatan dan Ketahanan Siber Indonesia

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) (IDX: CYBR) mendorong penguatan kedaulatan dan ketahanan digital Indonesia di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan meningkatnya risiko serangan siber. Kolaborasi pemerintah, industri, dan akademisi dinilai menjadi kunci untuk membangun ekosistem digital yang tangguh.
Upaya tersebut dibahas dalam AI, Cyber & Quantum Experience (AICX) 2026 yang diselenggarakan ITSEC Asia bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di Bali Beach Convention, Sanur, Selasa (20/10/2026). Forum yang menjadi bagian dari Bali Tech Week 2026 ini dihadiri lebih dari 600 peserta dan 25 pembicara nasional maupun internasional dari berbagai sektor.
Group Head of Communications PT ITSEC Asia Tbk Steve Saerang mengatakan, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan kesiapan seluruh pemangku kepentingan, baik dalam mengadopsi teknologi maupun mengelola risiko yang menyertainya.
“Harapannya sesuai dengan tema kita yaitu Indonesia bisa membangun sovereignty, kedaulatan. Kedua, resiliensi, yaitu ketahanan digital. Karena dua hal ini yang kita ingin capai bersama,” ujar Steve.
Menurut dia, pemerintah, pelaku industri, dan akademisi memiliki peran yang saling melengkapi dalam memperkuat keamanan digital nasional. Pemerintah berperan melalui regulasi, sementara industri perlu menerapkan standar keamanan yang sesuai dengan perkembangan ancaman. Di sisi lain, akademisi dan pengembangan talenta diperlukan untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia.































