AI Percepat Serangan Siber, ITSEC Soroti Pertahanan Digital

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mengubah lanskap ancaman keamanan siber, seiring meningkatnya kemampuan pelaku kejahatan memanfaatkan teknologi untuk mengidentifikasi celah dan melancarkan serangan secara otomatis. Kondisi ini mendorong kebutuhan akan sistem pertahanan digital yang mampu mendeteksi dan merespons ancaman dalam waktu singkat.
President Commissioner PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) Richardus Eko Indrajit mengatakan, penggunaan AI oleh pelaku kejahatan siber membuat organisasi perlu mengubah pendekatan keamanan, dari sistem yang mengandalkan deteksi konvensional menjadi pertahanan yang mampu membaca pola perilaku dan memprediksi ancaman.
“Bahkan sekarang ada yang bilang, serangan di cyber itu AI melawan AI. Udah kayak di film-film Hollywood aja kan ya,” ujar Eko dalam forum AI, Cyber & Quantum (AICX) 2026 di Bali Beach Convention, Sanur, Selasa (20/10/2026).
Menurut dia, peningkatan nilai layanan digital juga beriringan dengan meningkatnya risiko serangan. Aplikasi perbankan digital, perdagangan elektronik, hingga berbagai layanan berbasis internet memiliki nilai ekonomi yang menarik bagi pelaku kejahatan siber.
“Kalau Anda membuat sesuatu yang bernilai, pada saat yang sama, ancamannya juga meningkat,” kata Eko.































