Logo Bloomberg Technoz

Pemerintah Sebut Rantai Pasok jadi Biang Kerok Tingginya Inflasi

Sabrina Mulia Rhamadanty
12 October 2026 16:10

Inflasi April 2,42% secara tahunan, makanan dan emas perhiasan sumbang inflasi terbesar (Diolah)
Inflasi April 2,42% secara tahunan, makanan dan emas perhiasan sumbang inflasi terbesar (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah menegaskan bahwa dinamika inflasi di Indonesia saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh gangguan pada rantai pasokan dan biaya produksi (cost-push inflation).

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, menjelaskan bahwa data statistik resmi menunjukkan tekanan harga yang terjadi di lapangan merupakan dampak langsung dari keterbatasan barang di pasar. 

Menurutnya, meskipun daya beli masyarakat berada dalam kondisi yang terjaga, kelangkaan komoditas tertentu akan tetap memicu lonjakan harga.


“Kita perlu memperhatikan inflasi secara serius. Berdasarkan data BPS, karakteristik inflasi di Indonesia lebih bersifat cost-push inflation—yaitu inflasi yang didorong oleh faktor biaya dan pasokan (supply), bukan karena melemahnya demand (permintaan),” ungkap Dradjad di Kantor BPS, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Ia menambahkan intervensi pemerintah dalam mengendalikan laju inflasi harus berfokus pada pemenuhan stok dan ketersediaan barang.