Logo Bloomberg Technoz

Ancaman Super El Niño Bayangi Komoditas Pangan dan Ekonomi Global

News
12 October 2026 15:40

El Niño ‘Super’ (Bloomberg)
El Niño ‘Super’ (Bloomberg)

Brian K. Sullivan dan Lauren Rosenthal - Bloomberg News

Bloomberg, Fenomena El Niño kembali dan berpotensi menjadi yang paling kuat dalam sejarah pencatatan iklim.

Pusat Prediksi Iklim Amerika Serikat (AS) menyatakan pada Juni bahwa fenomena iklim siklis tersebut telah kembali. El Niño bermula ketika atmosfer bereaksi terhadap pemanasan di Samudra Pasifik bagian ekuator. Seiring perkembangannya, fenomena ini mengubah pola cuaca di seluruh dunia. Suhu panas dan kekeringan dapat meningkat di sejumlah wilayah, sementara curah hujan dan banjir bertambah di wilayah lainnya. Gangguan yang ditimbulkan terhadap pasar komoditas pangan dan energi berisiko memicu lonjakan inflasi serta memperlambat pertumbuhan ekonomi.


El Niño kali ini telah terjadi bersamaan dengan musim monsun India yang terlemah dalam lebih dari satu dekade, memperparah kebakaran hutan di Indonesia, serta mengancam produksi gula dan kopi di Brasil. Pada September, suhu di salah satu wilayah Samudra Pasifik yang dipantau Badan Meteorologi Jepang tercatat 4 derajat Celsius di atas normal, menjadi anomali tertinggi dalam hampir delapan dekade.

Para peramal cuaca AS memperkirakan terdapat peluang 83% bahwa pada akhir tahun, El Niño kali ini akan menjadi yang terkuat dalam catatan yang dimulai sejak 1950. Prediksi tersebut memperkuat pandangan banyak pihak bahwa fenomena ini akan berkembang menjadi “Super El Niño”.