Logo Bloomberg Technoz

“PLTS yang dipasang Pertamina NRE dimanfaatkan untuk mendukung operasional pompa air sumur bor sekaligus memenuhi kebutuhan listrik sekolah. Program SEB di SDN 091686 Gunung Bayu memberikan manfaat bagi 85 siswa dan 15 guru, serta diproyeksikan menghasilkan efisiensi biaya listrik sekitar Rp5,182 juta per tahun dan potensi reduksi emisi sebesar 3.192 kg CO₂e per tahun,” tutur Arif.

Pemasangan PLTS menjadi bagian penting dari fasilitas yang diberikan karena sistem tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan listrik sekolah sekaligus mengoperasikan pompa air dari sumur bor.

Dengan kapasitas PLTS sebesar 2,8 kWp dan baterai 5 kWh, fasilitas energi surya tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional sekolah. Pemanfaatan energi surya juga menjadi bagian dari pengenalan energi baru dan terbarukan kepada warga sekolah.

Pertamina NRE Integrasikan Energi dan Fasilitas Dasar

Dok. Pertamina

Kepala Sekolah SDN 091686 Gunung Bayu Jelita Tampubolon mengatakan fasilitas yang diberikan menjawab sejumlah kebutuhan dasar sekolah. Sebelumnya, sekolah menghadapi keterbatasan akses terhadap listrik dan air bersih.

“Sebelumnya kami tidak mempunyai listrik dan sudah hampir 15 tahun tidak mempunyai sumber air. Dengan adanya PLTS dan sumur bor dari Pertamina, sekarang kami sudah dapat menggunakan listrik dan memiliki sumber air untuk kebutuhan warga sekolah. Kamar mandi yang sebelumnya rusak dan tidak layak digunakan juga sudah dapat difungsikan kembali. Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina NRE,” ujar Jelita.

Selain mendukung ketersediaan listrik dan air, renovasi toilet menjadi bagian dari bantuan yang diberikan melalui program SEB. Fasilitas sanitasi tersebut sebelumnya mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan secara optimal.

Program SEB di SDN 091686 Gunung Bayu diproyeksikan memberikan manfaat kepada 85 siswa dan 15 guru. Pertamina NRE juga memperkirakan pemanfaatan fasilitas energi tersebut dapat menghasilkan efisiensi biaya listrik sekitar Rp5,182 juta setiap tahun.

Dari sisi lingkungan, pemanfaatan PLTS tersebut diproyeksikan menghasilkan potensi reduksi emisi sebesar 3.192 kilogram CO₂e per tahun. Angka tersebut menjadi salah satu dampak lingkungan yang diharapkan dari penggunaan energi surya di lingkungan sekolah.

Pertamina NRE tidak hanya memberikan dan memasang fasilitas. Perusahaan juga memberikan edukasi kepada warga sekolah mengenai penggunaan dan pemeliharaan PLTS agar fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Materi edukasi mencakup pengenalan pengoperasian sistem Solar PV off-grid. Warga sekolah diperkenalkan dengan cara mengoperasikan sistem serta melakukan pemeliharaan dasar terhadap fasilitas energi surya.

Susanto August Satria, Manager Corporate Communication & Stakeholder Relation Pertamina NRE, mengatakan keberlanjutan pemanfaatan fasilitas menjadi bagian dari pelaksanaan program SEB.

“Pertamina NRE berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat energi baru dan terbarukan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui Sekolah Energi Berdikari, kami tidak hanya menyediakan infrastruktur energi bersih, tetapi juga memastikan masyarakat penerima manfaat memiliki pemahaman untuk memanfaatkan dan menjaga aset tersebut secara berkelanjutan,” ujar Satria.

Menurut perusahaan, edukasi tersebut diperlukan agar warga sekolah dapat mengoperasikan fasilitas secara tepat. Pemahaman mengenai pemeliharaan juga diharapkan dapat menjaga fungsi aset sehingga manfaatnya dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Program SEB dengan demikian tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur energi. Pertamina NRE menggabungkan penggunaan energi surya dengan akses air bersih dan perbaikan fasilitas sanitasi di lingkungan sekolah.

Kepala Desa Gunung Bayu Ismail Hutasulut turut mengapresiasi dukungan yang diberikan Pertamina NRE melalui program tersebut. Ia berharap dukungan serupa dapat menjangkau sekolah lain yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas dasar.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pertamina NRE atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan kepada sekolah kami. Kami berharap hubungan dan silaturahmi ini dapat terus terjalin dengan baik, sehingga ke depannya sekolah-sekolah lain yang masih membutuhkan juga dapat memperoleh perhatian,” ujar Ismail.

Kehadiran fasilitas PLTS, sumur bor, dan toilet yang telah direnovasi memberikan tambahan dukungan terhadap aktivitas sekolah. Ketersediaan listrik dan air juga menjadi bagian dari kebutuhan dasar yang menunjang kegiatan warga sekolah setiap hari.

Melalui program SEB, Pertamina NRE mengintegrasikan pemanfaatan energi terbarukan dengan penyediaan fasilitas pendukung pendidikan. Pendekatan tersebut mencakup aspek energi, lingkungan, air bersih, sanitasi, serta edukasi bagi penerima manfaat.

Pelaksanaan program di SDN 091686 Gunung Bayu menjadi bagian dari upaya Pertamina NRE menghadirkan manfaat energi baru dan terbarukan di sekitar wilayah operasional perusahaan. Program tersebut juga diarahkan untuk memberikan manfaat sosial dan lingkungan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dengan adanya PLTS berkapasitas 2,8 kWp, baterai 5 kWh, sumur bor, serta toilet yang telah direnovasi, sekolah kini memiliki sejumlah fasilitas baru untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Edukasi pengoperasian dan pemeliharaan juga menjadi bagian dari program agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan.

(tim)

No more pages