Logo Bloomberg Technoz

Ketiga, melanjutkan pemberian insentif bagi transaksi Local Currency Transaction (LCT) dengan negara mitra untuk diversifikasi transaksi valas berupa: Penambahan premi Swap Beli Lindung Nilai (Swap Jual Lindung Nilai kepada BI) sebesar 10%. Selain itu, pengurangan premi DNDF Jual Lindung Nilai sebesar 10%.

Selain itu, BI juga berupaya memperkuat efektivitas implementasi kebijakan moneter untuk stabilisasi nilai tukar rupiah, menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1% dan menjaga kecukupan likuiditas rupiah.

Caranya, dengan mengoptimalkan strategi intervensi valuta asing guna memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah, baik melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.

Selain itu, mengelola struktur suku bunga di pasar uang sejalan dengan kebijakan BI-Rate dan suku bunga instrumen operasi moneter pro-market disertai dengan penguatan strategi operasi moneter pro-market;

BI juga memperkuat efektivitas implementasi kebijakan makroprudensial akomodatif untuk mendorong pertumbuhan kredit. Caranya, melanjutkan persiapan implementasi penguatan Kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) untuk mendorong penyaluran kredit perbankan kepada sektor inklusif dan berkelanjutan yang akan berlaku efektif pada 1 Oktober 2026.

Selain itu, melanjutkan sinergi bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong kredit perbankan melalui Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI).

BI juga memperkuat akselerasi akseptasi digital melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit and Expo (FEKDI dan IFSE) 2026 pada 24-26 September 2026.

Terakhir, BI memperluas kerja sama internasional, termasuk konektivitas sistem pembayaran dan transaksi menggunakan mata uang lokal, termasuk penambahan Singapura sebagai mitra baru LCT pada Agustus 2026. 

(lav)

No more pages