Meski demikian, Bendahara Negara mewaspadai adanya percepatan belanja negara di akhir tahun yang biasanya terjadi.
Oleh karenanya, Suahasil mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah mendorong percepatan belanja seawal mungkin sehingga dia tidak menumpuk di akhir tahun.
“Nah potensi untuk mengejar percepatan belanja negara ini menurut saya harus kita jalankan, tetapi pada saat yang bersamaan memastikan belanja negara yang dipercepat itu berlangsung secara efisien,” kata Suahasil.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan melaporkan realisas APBN sampai Agustus 2026 tercatat mengalami defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih rendah dibanding posisi pada periode yang sama tahun lalu, yakni Rp321,3 triliun atau 1,35% terhadap PDB.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebutkan defisit ini masih jauh di bawah target defisit sepanjang 2026 yang sebesar -Rp689,1 triliun atau 2,68% terhadap PDB.
(prc/ell)































