Logo Bloomberg Technoz

Alphabet Inc., Google, OpenAI, Anthropic PBC, dan Meta Platforms Inc. semuanya telah mengungkap sejumlah kasus ketika agen AI mereka meretas sistem perusahaan lain.

Namun, Trump menolak gagasan untuk memperlambat pengembangan AI. Para ahli strategi Wall Street juga menyoroti besarnya kontribusi ekspektasi terhadap perkembangan AI terhadap kinerja pasar saham.

Dalam unggahannya pada Sabtu, Trump mengatakan akan membentuk AI Force, yang dimodelkan berdasarkan Space Force, cabang militer AS yang dibentuknya pada masa pemerintahan pertamanya, untuk membantu menangani berbagai persoalan terkait industri tersebut. Namun, belum jelas bagaimana lembaga tersebut akan dibentuk atau apa tugasnya.

“Kami memimpin China, dan seluruh dunia, dan saya berniat untuk mempertahankan posisi itu!” tulis Trump terkait perkembangan AI AS.

Sejumlah anggota parlemen, terutama dari Partai Demokrat, meningkatkan seruan agar pemerintah turun tangan mengatur teknologi tersebut dengan mempertimbangkan aspek keselamatan.

Mantan Presiden Barack Obama mengatakan Partai Demokrat harus menjadikan isu ini sebagai salah satu agenda dalam pemilu sela. Dalam diskusi santai di Colgate University pada Jumat, dia mengatakan terdapat “ketidaksesuaian antara kebutuhan masyarakat dan kepentingan komersial yang dihadapi perusahaan-perusahaan tersebut, bukan karena mereka selalu berniat melakukan hal buruk, tetapi karena mereka harus mempertanggungjawabkan valuasi mereka.”

Trump sebelumnya menunjuk David Sacks, salah satu pendiri Craft Ventures LLC, sebagai AI czar pada awal masa jabatan keduanya. Sacks kemudian mengurangi keterlibatannya dalam posisi tersebut, tetapi tetap menjabat sebagai wakil ketua President’s Council of Advisors on Science and Technology.

(bbn)

No more pages