Ketua FCC Brendan Carr, yang lembaganya meninjau kesepakatan tersebut karena transaksi itu melibatkan kepemilikan stasiun televisi penyiaran, sebelumnya mengatakan dirinya masih menunggu persetujuan dari komite federal gabungan yang disebut “Team Telecom”, yang mencakup Departemen Kehakiman, Departemen Pertahanan, dan Departemen Keamanan Dalam Negeri. Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Paramount mengatakan Team Telecom juga telah menyetujui pendanaan tersebut pada Kamis.
Induk perusahaan CBS dan bisnis media lainnya itu mengusulkan pembelian Warner Bros., yang antara lain memiliki saluran berita CNN, senilai US$110 miliar termasuk utang. Transaksi tersebut mencakup suntikan ekuitas sebesar US$24 miliar dari tiga dana kekayaan negara Timur Tengah.
Berdasarkan pengajuan kepada FCC, sebanyak 49,5% saham Kelas B Paramount akan dikendalikan oleh pemilik asing. Keluarga Ellison dan RedBird Capital Partners secara kolektif akan memegang porsi ekuitas terbesar di perusahaan gabungan tersebut dan 100% saham dengan hak suara, “tanpa ada peserta ekuitas lain yang memiliki hak tata kelola,” kata juru bicara Paramount.
Anna Gomez, satu-satunya komisaris Demokrat di FCC, mengatakan dalam unggahan di media sosial bahwa regulator tersebut “baru saja membiarkan beberapa pemerintahan paling represif di dunia secara tidak langsung mengendalikan hampir seluruh perusahaan gabungan Paramount-Warner Bros.”
Gomez mengatakan dirinya telah berupaya agar keputusan tersebut dibawa ke pemungutan suara oleh seluruh komisi. Namun, keputusan itu akhirnya dikeluarkan oleh Biro Media FCC.
“Investasi sebesar ini di salah satu perusahaan media terbesar Amerika bukan sekadar membeli saham, tetapi juga mengamankan pengaruh atas apa yang dikatakan dan dibuat,” ujarnya.
(bbn)































