Sebelumnya, Pemprov DKI menyebut pembangunan LRT fase lanjutan dari Manggarai menuju Dukuh Atas sepanjang sekitar 2 kilometer membutuhkan investasi sekitar Rp2,7 triliun.
Pemprov DKI menyiapkan sejumlah opsi pembiayaan, mulai dari APBD, penerbitan obligasi, hingga kemungkinan dukungan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
“Jadi intinya [pembiayaan] bisa dari obligasi, bisa dari APBD, bisa juga dari Danantara,” kata Pramono.
Menurut Pramono, keberadaan jalur hingga Dukuh Atas diperlukan karena Stasiun Manggarai diproyeksikan menjadi salah satu hub transportasi utama Jakarta. Stasiun tersebut diperkirakan melayani sekitar 1,2 juta hingga 1,3 juta penglaju per hari.
LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai memiliki panjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun dan nilai investasi Rp12,1 triliun. Jalur tersebut telah diresmikan dan mulai beroperasi pada 16 September 2026.
Pramono menyebut Pemprov DKI juga akan memperkuat integrasi LRT dengan moda transportasi lainnya. Dari 11 stasiun LRT, Transjakarta akan diarahkan untuk masuk dan terintegrasi dengan seluruh titik tersebut.
“Semua jalur untuk LRT, ada 11 titik, saya sudah memerintahkan untuk TransJakarta masuk di semua itu. Kalau memang Transjakarta tidak bisa digunakan, maka Mikrotrans, apakah itu Jaklingko dan sebagainya,” kata dia.
Pemprov DKI juga akan melakukan pembenahan kawasan Manggarai agar dapat berfungsi optimal sebagai pusat integrasi transportasi yang menghubungkan KRL, LRT, dan Transjakarta.
“Sekarang ini yang akan segera dilakukan adalah melakukan pembenahan untuk Manggarai supaya bisa segera berfungsi dengan baik,” pungkas Pramono.
(ain)



























