Logo Bloomberg Technoz

Peringatan tersebut disampaikan setelah latihan Freedom Edge selama lima hari yang digelar AS, Korsel, dan Jepang di perairan internasional di sebelah timur dan selatan Pulau Jeju, Korsel. Menurut militer AS dan Korsel, latihan tersebut melibatkan aset maritim dan udara serta pelatihan di sejumlah bidang, termasuk pertahanan rudal, operasi siber, dan operasi medis. Seoul menyebut latihan tahunan tersebut bersifat defensif dan bertujuan menghadapi ancaman nuklir serta rudal Korut.

Sehari setelah Freedom Edge berakhir, Korut menembakkan sejumlah rudal balistik jarak pendek ke arah pantai timurnya. Peluncuran tersebut mendorong Kantor Keamanan Nasional Korsel menggelar rapat peninjauan situasi keamanan darurat. Menurut militer Korsel, rudal-rudal tersebut terbang sekitar 250 kilometer.

Dalam beberapa bulan terakhir, Korut meningkatkan upayanya untuk memodernisasi angkatan laut yang secara tradisional sebagian besar mengandalkan kapal-kapal kecil yang dirancang untuk pertahanan pesisir. Bulan ini, Kim meresmikan kapal perusak kelas 5.000 ton keduanya sebagai bagian dari upaya mengembangkan kekuatan angkatan laut yang lebih mumpuni. Korut mengatakan kapal tersebut pada akhirnya akan mampu membawa senjata nuklir.

Retorika yang semakin meningkat tersebut muncul ketika Trump berupaya menghidupkan kembali diplomasi personal dengan pemimpin Korut Kim Jong Un, yang menjadi ciri khas masa jabatan pertama presiden AS tersebut. Bulan lalu, Trump secara tiba-tiba mengurangi skala latihan gabungan yang dijadwalkan bersama Korsel dengan alasan “hubungan yang sangat baik” dengan pemimpin Korut. Namun, Kim sejauh ini belum menyambut tawaran tersebut.

(bbn)

No more pages