Selain itu, Jakarta juga terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak nasional dengan menyumbang sebesar 16,32% terhadap perekonomian Indonesia.
“Capaian ini menjadi pondasi penting bagi Jakarta yang tengah bertransformasi menuju kota global berdaya saing menjelang usianya yang ke-500,” ungkap Pramono.
Pramono juga menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta terus mengalokasikan hasil investasi dan pendapatan daerah untuk membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi guna meningkatkan produktivitas serta konektivitas kota.
Saat ini, tingkat konektivitas transportasi umum di Jakarta telah mencapai 93%, sementara jumlah penggunanya mengalami kenaikan sebesar 15% setiap tahun dalam dua tahun terakhir.
“Upaya pembenahan transportasi ini dirancang untuk memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik Jakarta di mata investor,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah meresmikan pengoperasian LRT Jakarta rute Manggarai–Kelapa Gading pada Rabu (16/9/2026) siang.
Dalam acara tersebut, Pramono menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan tarif layanan LRT Jakarta bagi seluruh warga selama delapan hari pertama sebesar Rp8.
“Selama 8 hari kami akan membebaskan bagi seluruh warga Jakarta yang akan menggunakan, mulai sekarang setelah diresmikan Bapak Presiden. Nanti akan beroperasi sepenuhnya, selama 8 hari tarifnya Rp8. Sebenarnya hampir saja gratis,” ungkap Pramono dalam agenda peresmian.
Adapun, proyek LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai sepenuhnya dibangun oleh BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DKI Jakarta senilai Rp12,1 triliun.
Kereta LRT ini memiliki kapasitas angkut sebanyak 270 penumpang dalam satu rangkaian (trainset) dan ditargetkan mampu melayani hingga 80.000 penumpang setiap hari.
(ain)




























