"Pada pukul 23.05 WIB, Serda JM mulai melakukan pemukulan kepada korban almarhum Serda Ahmad Muzamil Fariza. Sebenarnya hanya sebanyak tiga kali itu dengan tangan kosong, dengan posisi tangannya itu adalah terkepal dan dipukulkan ke dada korban," kata Daan.
"Setelah menerima pukulan ketiga, korban langsung jongkok dan lemas, terjatuh. Kemudian berikutnya langsung pingsan."
Menurut dia, karena panik, MTS dan rekan-rekannya sempat berupaya membuat Ahmad kembali sadar dengan memberi minyak angin atau pun balsam pada bagian hidung. Mereka juga sempat membasuh muka dan badan Ahmad dengan air, namun tak berhasil.
"Karena korban tetap tidak sadarkan diri, karena panik kemudian pada pukul 23.35 WIB korban dibawa oleh pelaku dengan menggunakan mobil dinas ke IGD Rumah Sakit UIN Syarif Hidayatullah atau pun Rumah Sakit Haji di Pondok Gede, Jakarta Timur karena memang paling dekat posisinya di sana lewat belakang," kata Daan.
(dov/frg)






























