Agaknya daya serap pasar pada lelang kemarin mulai turun. Sehingga pemerintah harus meningkatkan porsi penyerapan untuk mendapat nominal yang sama dengan lelang sebelumnya.
Jika dilihat, ada pergerseran minat investor, terutama pada surat utang tenor menengah-panjang, yang diikuti dengan kenaikan yield, terutama di tenor menengah.
Seri FR0111 naik paling tajam 13,9 bps menjadi 7,2% dari 7,06%, disusul seri FR0106 naik 11 bps dan FR0107 tenor 19 tahun naik 10 bps dari 7,13% ke 7,24%.
Komposisi lelang juga banyak berubah. Pemerintah memangkas nilai yang dimenangkan pada seri FR0111 dari Rp12 triliun menjadi hanya Rp4,95 triliun. Begitu juga dengan seri FR0106 dipangkas 13,51% dari Rp1,85 triliun jadi Rp1,6 triliun.
Sebaliknya, penyerapan pemerintah terhadap seri FR0107 justru naik 137,5% dari Rp1,6 triliun jadi Rp3,8 triliun, dan seri FR0105 juga naik dari Rp0,3 triliun menjadi Rp1,1 triliun.
Berikut perbandingan komposisi nilai yang dimenangkan pemerintah dalam lelang kemarin (15/9) dan lelang sebelumnya (1/9):
(dsp/aji)





























