Logo Bloomberg Technoz

Dengan kondisi ini, serangan terhadap pipa di Arab Saudi semakin dramatis dan memicu kekhawatiran bahwa pasokan minyak dunia semakin menipis. Tak heran jika harga minyak kembali melambung. 

Dari sisi fiskal, harga minyak yang terus bertahan tinggi dapat berpotensi meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi jika pemerintah kembali menahan harga bahan bakar minyak (BBM) domestik agar tidak melonjak, terutama jenis Pertalite. 

Dengan harga rata-rata minyak berada di US$90/barel, sementara asumsi anggaran dalam APBN adalah US$70/barel, pemerintah perlu memangkas anggaran untuk program lainnya agar dapat membiayai tagihan subsidi. 

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, defisit minyak dan gas (migas) Indonesia tercatat US$18,75 miliar. Dengan surplus non-migas yang sebesar US$22,45 miliar, defisit itu hanya menyisakan surplus sebesar US$3,7 miliar bagi neraca perdagangan. Sehingga bisa dikatakan 83,5% surplus non-migas itu terserap untuk menutup defisit migas. 

Sementara itu, dari dalam negeri kabar mengejutkan turut mewarnai perdagangan hari ini dengan adanya perombakan kabinet. Menteri Keuangan kembali diganti dari Purbawa Yudhi Sadewa menjadi Suahasil Nazara. 

Pergantian ini tentu jadi perhatian pelaku pasar, terutama karena posisi ini sangat strategis dalam menjaga kredibilitas fiskal dan kepercayaan investor.

Perubahan di tengah tekanan eksternal yang cukup besar, mulai dari keterbatasan pasokan minyak, ketidakpastian suku bunga global, hingga tekanan terhadap nilai tukar, berpotensi membuat pasar kembali mencermati arah kebijakan ekonomi pemerintah. 

Pelantikan berlangsung kala pasar valuta sudah tutup, sehingga respons pasar belum terlihat. Namun, rupiah offshore mendapat tenaga memangkas sebagian pelemahannya dari Rp17.725/US$ ke kisaran Rp17.710/US$. 

Rupiah di pasar offshore pada Senin (14/9/2026). (Bloomberg)

Begitu juga dengan pasar saham, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang memangkas sebagian pelemahannya. Melansir data Bloomberg, IHSG berbalik menguat 0,08% ke zona hijau. 

IHSG pada Senin (14/9/2026). (Bloomberg)

Di tengah pergantian Menteri Keuangan secara mendadak ini, ada kabar positif positif pasar surat utang. Kepemilikan asing atas surat utang pemerintah Indonesia mulai meingkat, dari Rp892,44 triliun pada Juli menjadi Rp907,79 triliun pada akhir Agustus. 

Arus masuk sekitar US$861 juta itu memang belum besar, tapi setidaknya menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset rupiah mulai kembali. 

Ke depan, arah rupiah akan sangat ditentukan oleh dua kekuatan yang berlawanan. Harga minyak dan ketidakpastian global jadi sumber tekanan, sementara potensi kembalinya arus modal asing serta kredibilitas kebijakan fiskal dapat jadi penopang. 

(dsp)

No more pages