Korea Selatan mendesak Korea Utara untuk segera menghentikan peluncuran rudal balistik, seraya menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.
Secara terpisah, Komando Pasifik AS menyatakan pihaknya telah mengetahui insiden tersebut dan menegaskan tidak ada ancaman langsung terhadap AS maupun sekutunya. Belum ada rincian lebih lanjut yang tersedia saat ini.
Peluncuran ini menambah ketegangan di Semenanjung Korea di tengah upaya Presiden Donald Trump untuk menghidupkan kembali diplomasi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, sembari tetap menjaga kerja sama keamanan dengan dua sekutu utama Washington di Asia.
Langkah ini diambil hanya beberapa jam setelah ketiga sekutu tersebut menyelesaikan latihan lima hari bertajuk "Freedom Edge", yang berlangsung hingga hari Jumat di perairan internasional di sebelah timur dan selatan Pulau Jeju, Korea Selatan.
Latihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons ancaman nuklir dan rudal Korea Utara secara bersama-sama.
Korea Utara telah melontarkan kritik keras terhadap latihan tersebut. Saat latihan dimulai, Menteri Pertahanan Kim Song Gi memperingatkan bahwa Pyongyang akan mengambil "tindakan balasan yang tegas dan setimpal" jika AS dan sekutunya memicu konfrontasi militer.
Pyongyang sejak lama menganggap latihan gabungan yang melibatkan Washington sebagai persiapan untuk invasi, sementara AS dan sekutunya menegaskan bahwa latihan tersebut bersifat defensif.
Latihan terbaru ini tetap dilaksanakan meskipun Trump memerintahkan AS dan Korea Selatan untuk mengurangi skala latihan bilateral "Ulchi Freedom Shield" bulan lalu—sebuah langkah yang secara luas dipandang sebagai upaya untuk membuka ruang bagi diplomasi baru dengan Pyongyang.
Trump menyatakan keinginannya untuk melanjutkan kembali pembicaraan dengan Kim, sosok yang pernah ditemuinya sebanyak tiga kali selama masa jabatan pertamanya.
Uji coba persenjataan ini juga menyusul peluncuran kapal perusak kedua berbobot 5.000 ton milik Korea Utara pada bulan ini, yang merupakan bagian dari upaya Kim untuk memperluas kemampuan angkatan laut dan nuklir negaranya.
Kim menghadiri peresmian kapal Kang Kon di Wonsan dan berjanji untuk semakin memperkuat kekuatan nuklir negara tersebut.
(bbn)






























