Logo Bloomberg Technoz

Usulan yang diajukan tahun lalu itu masih harus melalui prosedur persetujuan di antara anggota BRICS, katanya, tanpa menyebutkan tenggat pembentukannya.

Para anggota diperkirakan tidak akan menandatangani perjanjian apa pun pada KTT di India tersebut, ujar Bakanov.

Lembaga yang diusulkan itu tidak akan menjadi padanan BRICS bagi Badan Antariksa Eropa (ESA), katanya, melainkan akan membantu mematangkan keputusan yang disepakati di tingkat blok serta mengawasi pelaksanaannya oleh negara-negara anggota.

Selama 18 bulan terakhir, Moskwa telah menyediakan citra satelit beresolusi tinggi yang mencakup wilayah seluas sekitar 100.000 kilometer persegi (38.610 mil persegi) kepada India, sehingga memungkinkan New Delhi menggunakan data tersebut untuk kepentingan mereka sendiri, kata Bakanov.

Pertukaran tersebut merupakan bagian dari inisiatif BRICS di mana para anggotanya saling berbagi citra satelit, ujarnya.

Rusia dan India sedang mendiskusikan kerja sama terkait mesin roket dan eksperimen ilmiah di stasiun orbit masa depan, menurut Bakanov.

Kedua negara telah memilih inklinasi orbit yang kompatibel untuk stasiun yang mereka rencanakan, yang berpotensi memungkinkan mereka melakukan eksperimen dan penelitian bersama, katanya.

Rusia sedang melakukan pembicaraan dengan para pejabat India mengenai penjualan mesin roketnya ke India serta pemberian lisensi produksinya, kata kepala badan tersebut pada 2025.

Agenda antariksa BRICS yang lebih luas mencakup pembangunan stasiun bumi di Afrika Selatan untuk Glonass—jaringan satelit navigasi milik Moskwa—serta kerja sama Rusia dengan China dalam proyek Stasiun Penelitian Bulan Internasional, ujar Bakanov.

(bbn)

No more pages