Logo Bloomberg Technoz

Pemimpin UEA itu bertemu Kanselir Friedrich Merz dan menghadiri jamuan kenegaraan yang diselenggarakan Presiden Frank-Walter Steinmeier di tengah penutupan sejumlah ruas jalan dan gangguan transportasi di Berlin. Ia mendapat tingkat pengamanan tertinggi di Jerman, dengan sekitar 1.300 personel polisi dikerahkan dalam pengamanan tersebut.

Lebih dari enam bulan sejak pecahnya konflik yang sebelumnya dikatakan Presiden Donald Trump akan berakhir dalam hitungan minggu, AS dan Iran masih terjebak dalam siklus serangan balasan dan jeda yang rapuh. Sementara itu, negara-negara Teluk menghadapi dampak gangguan perdagangan melalui Selat Hormuz yang menekan ekspor energi dan mengganggu rantai pasok.

Di tengah situasi tersebut, memperluas kerja sama pertahanan di luar Washington, sekutu utama UEA, menjadi fokus bagi negara-negara kaya penghasil minyak di Timur Tengah, dan Jerman merupakan salah satu mitra penting.

Jerman telah berjanji membangun angkatan bersenjata terkuat di Eropa pada 2039 untuk menghadapi ancaman Rusia. Dalam kunjungannya ke kawasan Teluk pada Februari, sebelum perang Iran pecah, Merz mengatakan terbuka untuk memperkuat kerja sama pertahanan dengan kawasan tersebut.

Janji investasi UEA juga dapat menjadi dorongan bagi Merz dan pemerintahannya, beberapa hari setelah mereka mendapat pukulan akibat melonjaknya dukungan terhadap partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman atau Alternative for Germany (AfD) dalam pemilihan negara bagian Saxony-Anhalt.

“Ada peluang penjualan yang sangat besar bagi banyak perusahaan pertahanan kami,” kata Al Zeyoudi. “Ini bukan hanya soal membeli dan mengembangkan peralatan industri atau pertahanan dari pasar Jerman, tetapi juga memasok mereka dengan sejumlah teknologi terbaru yang telah kami terapkan selama konflik dalam beberapa bulan terakhir.”

Rencana terbaru UEA tersebut menambah investasi senilai 34 miliar euro yang telah ditanamkan negara itu di Jerman. Di negara-negara Eropa lainnya, UEA telah menjanjikan investasi dalam jumlah serupa untuk Italia dan hingga 50 miliar euro untuk Prancis. Negara yang menjadi salah satu sekutu kuat Trump itu juga telah berkomitmen menginvestasikan US$1,4 triliun di AS.

Ibu kota UEA, Abu Dhabi, memiliki sekitar 6% cadangan minyak dunia dan sejumlah dana kekayaan negara yang mengelola aset hampir US$2 triliun. Komitmen terbaru ini menjadi indikasi lain keinginan negara tersebut memanfaatkan kekuatan investasinya untuk memperkuat hubungan pertahanan sekaligus mengamankan kemampuan pasokan dan produksi guna mengatasi kemungkinan pembatasan ekspor.

“Konflik adalah sesuatu yang sedang kami hadapi,” kata Al Zeyoudi. “Kami berupaya menghadapi berbagai tantangan dan dampak dari geopolitik serta situasi di kawasan.”

Artikel ini diperbarui dengan gambar dari pertukaran perjanjian bilateral antara kedua negara pada 10 September.

Sekitar 10 miliar euro akan dialokasikan untuk Bayern, sementara sisanya akan diinvestasikan “di mana pun terdapat bidang kerja sama,” kata Al Zeyoudi. Ia secara khusus menyoroti digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI), serta logistik dan pengembangan industri dalam rencana investasi UEA di Jerman.

Pusat data dan AI menjadi salah satu pilar utama langkah UEA untuk mendiversifikasi perekonomian dan memperluas pengaruh politiknya. MGX, perusahaan investasi AI utama Abu Dhabi, berencana menginvestasikan hingga US$10 miliar per tahun pada sejumlah perusahaan terpilih dalam beberapa tahun mendatang, dengan target mengelola aset lebih dari US$100 miliar.

Kunjungan pemimpin UEA itu berlangsung pada saat yang penting. Para pemimpin UEA dan Arab Saudi berupaya memperkuat pijakan diplomatik di ibu kota negara-negara Eropa, meski Washington tetap menjadi sekutu utama negara-negara Teluk.

Dalam kunjungannya ke Paris bulan lalu, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengumumkan sejumlah kesepakatan mulai dari teknologi hingga pertahanan, termasuk proyek taman hiburan senilai 6 miliar euro. Hal itu terjadi sekitar 18 bulan setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron terlihat berpelukan dengan pemimpin UEA Sheikh Mohamed di Istana Elysee.

(bbn)

No more pages