Logo Bloomberg Technoz

Fenomena iklim ini juga telah menekan aktivitas badai di Samudra Atlantik hingga ke tingkat terendah sejak 1941, sekaligus meningkatkan intensitas badai di Samudra Pasifik dari Hawaii hingga China.

Musim dingin mendatang diperkirakan akan membawa lebih banyak ancaman, termasuk banjir di California, kekeringan di sebagian wilayah Australia, serta gelombang panas di India dan Asia Selatan.

Kekuatan El Niño diukur berdasarkan suhu permukaan laut di wilayah khatulistiwa Samudra Pasifik. Di wilayah utama yang dipantau oleh para prakirawan AS, suhu air laut sudah 1,8°C di atas normal dan berpotensi melampaui 2,5°C, yang akan memecahkan rekor.

Semakin hangat suhu laut, semakin besar potensinya untuk mengubah sirkulasi atmosfer dan pola cuaca di seluruh dunia.

Rekor tertinggi sebelumnya terjadi pada periode 1982-1983, ketika suhu mencapai 2,4°C di atas normal berdasarkan indeks Relative Oceanic Niño (RONI).

(bbn)

No more pages