Logo Bloomberg Technoz

Harga minyak mentah berjangka Brent melonjak di atas US$100 per barel pekan ini menyusul serangan baru terhadap kapal tanker minyak di Teluk Persia, sementara lonjakan biaya bahan bakar memicu inflasi dan membebani konsumen.

Penurunan produksi yang dilaporkan Riyadh secara umum sejalan dengan data sementara pelacakan kapal tanker yang dikompilasi Bloomberg, yang menunjukkan bahwa ekspor minyak mentah Arab Saudi turun sekitar sepertiga pada Agustus menjadi sekitar 3 juta barel per hari.

Pihak Saudi memberi tahu OPEC bahwa "pasokan ke pasar"—angka yang mencakup pergerakan minyak dari tangki penyimpanan—lebih tinggi daripada produksi pada Agustus, yakni sebesar 7,122 juta barel per hari.

Hal ini mengindikasikan bahwa kerajaan tersebut mungkin telah menggunakan sebagian cadangan minyaknya.

Selain data yang disampaikan langsung oleh para anggota, laporan bulanan OPEC juga memuat penilaian yang dihimpun dari sejumlah perusahaan eksternal yang dikenal sebagai "sumber sekunder." 

Berdasarkan rata-rata penilaian ini, produksi Saudi pada Agustus hanya turun sedikit dibandingkan bulan sebelumnya, yakni menjadi 7,276 juta barel per hari.

Tantangan OPEC

Selain mengalami pemangkasan produksi akibat perang Iran, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga dihadapkan pada berbagai tantangan yang mengancam persatuan anggotanya.

Venezuela, salah satu anggota pendiri, sedang mempertimbangkan dengan serius untuk keluar dari kelompok tersebut seiring Presiden Donald Trump menarik Caracas ke dalam pengaruh Amerika Serikat.

Bulan lalu, kesepakatan dicapai yang memberikan AS kendali mayoritas atas sebagian besar cadangan minyak negara tersebut.

Potensi perpecahan ini muncul hanya beberapa bulan setelah Uni Emirat Arab (UEA) keluar dari OPEC akibat kekecewaan selama bertahun-tahun terhadap batasan produksi yang ditetapkan OPEC.

Sementara itu, Irak mendesak agar kapasitas produksinya dinilai jauh lebih tinggi, setelah sebelumnya memperingatkan bahwa negara tersebut juga akan keluar jika tidak diberi tingkat produksi yang memuaskan.

(bbn)

No more pages