Lebih lanjut, kata Purbaya rotasi atau perombakan ini perlu dilakukan sebab sebagai upaya penyegaran organisasi fiskal pimpinan-nya dengan memberikan kesempatan kepada orang-orang yang menurutnya baik dan mampu mengambil tanggung jawab yang lebih besar, serta menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat sesuai dengan tantangan yang dihadapi.
"Jadi, rotasi dan mutasi bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah apa yang berubah setelah Saudara berada di tempat yang baru," jelasnya.
Tak hanya itu, perubahan jajaran kata dia dilakukan pada jabatan fungsional pada jajaran direktorat jenderal hingga Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan, seperti direksi Special Mission Vehicle (SMV).
Tepis Rumor Bantah Obral Jabatan
Menariknya dalam acara pelantikan tersebut, Purbaya menegaskan proses rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan dilakukan berdasarkan pertimbangan profesionalisme dan integritas.
Hal ini sekaligus membantah rumor adanya pengumpulan uang hingga Rp100 miliar untuk mendapatkan posisi tertentu di Kemenkeu.
"Saya bingung dari mana isu itu keluar. Jangan-jangan Pak Sekjen mengumpulkan sendiri? Tapi saat saya tanya, beliau bilang tidak ada, itu rumor saja. Jadi ini betul-betul professional-based. Yang menaikkan posisi bukan saya sendiri; ada yang mengusulkan, Pak Sekjen menilai, dan setiap pejabat eselon I yang ada saya tanya apakah orang tersebut cocok atau tidak. Semuanya terlibat walaupun saya panggil sendiri-sendiri," terangnya.
Oleh karena itu, kembali ia menekankan integritas menjadi hal utama yang harus dijaga pejabat Kemenkeu.
Sebab menurutnya, posisi di Kemenkeu memiliki tanggung jawab besar karena berkaitan dengan penerimaan negara, belanja, kekayaan negara, pembiayaan, serta berbagai instrumen yang berdampak kepada masyarakat dan dunia usaha.
"Oleh karena itu, tidak boleh ada kompromi terhadap integritas. Jabatan adalah amanah, bukan privilege. Semakin tinggi jabatan Saudara, semakin besar pula tanggung jawab dan pengawasannya."
"Sekarang tugas kita adalah melanjutkan reformasi, memperbaiki yang masih kurang, dan membawa Kementerian Keuangan mencapai target yang lebih tinggi," pungkasnya.
(roy)






























