Logo Bloomberg Technoz

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp21,58 triliun dari sejumlah 51,07 miliar saham ditransaksikan, dengan frekuensi yang terjadi 2,67 juta kali diperjualbelikan. Tercatat masih ada penguatan 150 saham, dan 516 saham terjadi pelemahan. Sisanya 127 saham stagnan.

Penyebab IHSG Melemah

Saham–saham energi, saham transportasi, dan saham infrastruktur utamanya menjadi pemberat IHSG dengan tertekan mencapai 2,05%, 1,81%, dan 1,31% begitu juga saham kesehatan drop 1,22%, disusul oleh pelemahan pada saham barang baku dengan melemah 1,19%.

Terungkap, berdasarkan data Bloomberg, ditutup melemahnya IHSG merupakan efek langsung dari tertekannya sejumlah saham big caps yang memiliki bobot besar terhadap Indeks.

Daftar saham big caps pemberat IHSG dan menempati jajaran top losers.

  1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengurangi 14,67 poin
  2. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengurangi 11,06 poin
  3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengurangi 8,87 poin
  4. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengurangi 5,17 poin
  5. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengurangi 4,23 poin
  6. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengurangi 3,69 poin
  7. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengurangi 3,09 poin
  8. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengurangi 2,78 poin
  9. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) mengurangi 2,42 poin
  10. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengurangi 2,24 poin

Analis Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG ditutup melemah 1,33% di level 6.589, sentimen negatif antara lain berasal dari pelemahan mayoritas Bursa Asia dan harga minyak Brent yang menguat di atas level US$102/barel akibat memanasnya konflik AS-Iran. 

Kekhawatiran akan melebarnya defisit APBN seiring dengan kenaikan harga minyak, mendorong pelemahan.

Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level MA–5 dan MA–10. Sedang indikator MACD dan Stochastic RSI membentuk death cross. Sehingga diperkirakan IHSG akan menguji level MA20 di 6,525.. 

“Jika break dari level tersebut, berpeluang menguji level support selanjutnya di 6.460–6.500,” papar Phintraco, Kamis.

Sama halnya, menyitir Panin Sekuritas, IHSG ditutup di bawah support MA–5 di level 6.630. Dengan itu IHSG berkemungkinan melanjutkan pelemahan menuju support MA–20 di 6.529. Selanjutnya, MA–50 di 6420 diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG, untuk kemudian rebound menuju resistance 6.713.

(fad)

No more pages