Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, pendapatan non-bunga BTN mencapai Rp1,8 triliun, yang ditopang peningkatan fee based income dari transaksi berbasis kredit. Cost of credit juga tercatat sebesar 0,7% pada semester I 2026 seiring dengan langkah perseroan lebih selektif dalam mengalokasikan biaya kredit serta perbaikan kualitas kredit.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross BTN turun menjadi 2,99% pada Juni 2026, dari 3,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi penyaluran kredit, BTN mencatat pertumbuhan 11,2% secara tahunan menjadi Rp418 triliun hingga Juni 2026. Pertumbuhan tersebut berada di atas guidance perseroan untuk 2026 yang berada di kisaran 8%-10%.

Meski realisasi sementara berada di atas target, manajemen memastikan tidak akan merevisi guidance pertumbuhan kredit tahun ini. Nixon mengatakan pertumbuhan yang lebih tinggi terutama dipengaruhi akuisisi portofolio kredit dari SMBC Indonesia.

"Jadi kami tidak revisi. Ini masih sama dengan RBB awal. Tapi memang realisasinya melebihi dari rencana, terutama sekali adanya akuisisi portofolio SMBC," ujar Nixon.

Menurut dia, BTN akan mengembalikan pertumbuhan kredit sesuai dengan rencana awal sebesar 8%-10%. Bahkan, apabila pertumbuhan kredit berada di atas kisaran tersebut, Nixon memperkirakan angkanya hanya sekamir 10,1%-10,2%.

"Sehingga memang kami sekarang menyalurkan kreditnya memang lebih selektif, terutama di beberapa segmen perkreditan," katanya.

BTN juga mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 6,6% secara tahunan menjadi Rp433 triliun pada Juni 2026. Perseroan terus berupaya memperbaiki struktur pendanaan dengan meningkatkan dana murah dan mengurangi dana berbiaya mahal.

Sepanjang semester I 2026, dana murah BTN meningkat Rp12 triliun atau tumbuh 9,1% secara tahunan. Di sisi lain, dana berbiaya mahal turun Rp3 triliun.

Adapun cost of deposit BTN pada Juni 2026 tercatat 3,01%, naik 3 basis poin dibandingkan Mei 2026. Perseroan menyebut kenaikan tersebut terjadi di tengah kenaikan BI Rate hingga 5,75%.

Untuk 2026, BTN mempertahankan guidance pertumbuhan kredit di kisaran 8%-10%, pertumbuhan DPK 7%-9%, cost of credit 1%-1,2%, serta NPL gross di bawah 3%.

Dengan kinerja laba yang tumbuh 40,8% pada semester I-2026, keputusan mengenai besaran dividen final tetap akan ditentukan melalui RUPS. Perseroan hingga kini juga belum memiliki rencana untuk membayarkan dividen interim.

(dhf)

No more pages