Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BOJ) juga ikut mewarnai pergerakan rupiah kali ini. Jika BOJ benar-benar akan melakukan pengetatan, apresiasi terhadap yen Jepang diperkirakan berlanjut.

Dengan penguatan yen yang dapat mendorong rebalancing portofolio global, investor berpotensi mengurangi eksposurnya terhadap rupiah. 

Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, berpendapat kenaikan harga minyak kali ini berpotensi melanjutkan apresiasi terhadap rupiah lantaran ada sentimen kenaikan harga komoditas yang bisa menopang nilai ekspor.

"Sejauh ini, harga minyak naik 11,8% sejak awal bulan (month-to-date/MTD) walau tidak dibarengi dengan kenaikan harga batu bara dan CPO yang setara," sebut Lionel dalam catatannya.  

Hari ini, rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp17.500-17.550/US$ dengan berbagai sentimen yang membayangi pergerakannya. Pelaku pasar akan mencermati data inflasi AS yang tercermin pada data indeks harga produsen (PPI) hari ini, dan indeks harga konsumen (CPI) besok. Kedua data ini akan menjadi rujukan arah suku bunga The Fed pekan depan. 

(dsp/aji)

No more pages