CO2, yang sebagian besar berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, "tetap menjadi komponen dominan emisi GRK global" pada 2025, yakni sebesar 73,8% dari total keseluruhan. Metana menyumbang 17,6%, nitrogen oksida sebesar 5,3%, dan gas terfluorinasi—yang digunakan antara lain untuk pendingin dan AC—sebesar 3,3%.
Sektor penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan, dan kehutanan (LULUCF) secara global menjadi sumber karbon bersih pada 2025 sebesar sekitar 900 juta ton CO2e—setara dengan 1,6% dari emisi GRK global pada tahun tersebut—sebagian disebabkan oleh kebakaran hutan.
Kebakaran hutan menghasilkan 2,2 miliar ton CO2e pada 2025, angka di bawah rata-rata jangka panjang sebesar 2,9 miliar ton CO2e sejak 1990. Namun, "lonjakan di tingkat regional sempat teramati," ujar Edgar.
Secara global, deforestasi pada 2025 melepaskan 3,7 miliar ton CO2e, yang "mengimbangi lebih dari dua kali lipat jumlah karbon yang diserap oleh sektor LULUCF secara global," demikian temuan Edgar.
(ros)
































