Logo Bloomberg Technoz

IHSG dan Bursa Asia Tertekan, Kenaikan Harga Minyak Jadi Penyebab

Muhammad Julian Fadli
09 September 2026 18:30

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Bursa Asia kompak melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (9/9/2026). Sentimen kurang positif datang dari meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah yang menyeret kenaikan harga minyak dunia hingga menembus level US$100/barel.

Pada tutup dagang, IHSG ditutup di posisi 6.678 pasca kehilangan 8,24 poin (0,12%) dibanding penutupan perdagangan sebelumnya.

IHSG Penutupan Sesi II pada Rabu 9 September 2026 (Bloomberg)

Sepanjang perdagangan, IHSG melaju dengan volatilitas tinggi dan terus–menerus berada di zona merah. Adapun rentang pergerakan terjadi 6.707 sampai dengan terendahnya 6.642.


Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp16,16 triliun dari 34,5 miliar saham yang ditransaksikan. Frekuensi terjadi 2,17 juta kali jual–beli. Tercatat masih ada penguatan 308 saham, dan 317 saham melemah. Sisanya 169 saham stagnan.

Saham kesehatan, saham konsumen non primer, dan saham teknologi jadi yang terdalam pelemahannya pada siang hari ini, dengan tertekan mencapai 1,33%, 1,22% dan 0,95%. Disusul oleh saham properti yang melemah 0,84% dan saham keuangan terdepresiasi 0,56%.