Budi memastikan tidak ada pihak yang menghambat penyelidikan perkara ini. Menurutnya, hal ini hanya berkaitan dengan manajemen penanganan perkara saja, karena memang perkara ini merupakan penyelidikan terbuka. Di sisi lain, KPk juga banyak melakukan kegiatan penyelidikan tertutup, seperti operasi tangkap tangan.
“Sehingga ini juga bagaimana strategi dan manajemen penanganan perkara di KPK,” kata dia.
Sebelumnya, KPK membenarkan tengah memeriksa status lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh di wilayah Halim, Jakarta Timur. Lembaga antirasuah tersebut memeriksa dugaan tanah yang dimilik PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tersebut adalah milik TNI Angkatan Udara.
"Nah ini yang sedang kami dalami, apakah tanah yang di Halim lokasinya adalah milik TNI AU atau bukan, gitu. Ini belum pasti," kata Ketua KPK Setyo Budiyanto dikutip, Kamis (04/12/2025).
(dov/frg)






























