Saham AS Turun Saat Gejolak Timur Tengah Dorong Reli Minyak
News
09 September 2026 05:08

Rita Nazareth - Bloomberg News
Bloomberg, Reli kenaikan harga minyak kembali menekan pasar saham, memicu kekhawatiran akan suku bunga yang lebih tinggi hanya beberapa hari menjelang rilis data inflasi penting.
Minyak mentah Brent ditutup di kisaran US$98 per barel dan terus naik setelah muncul laporan mengenai serangan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah. Indeks S&P 500 turun untuk sesi kedua berturut-turut. Dow Jones Industrial Average melemah 1,2%. Imbal hasil Treasury AS tenor pendek meningkat. Pasar uang kini memperkirakan peluang lebih dari 50% bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga bulan ini.
AS dilaporkan Fox News, AS telah menyerang sejumlah target di sekitar Pulau Kharg dan kota pelabuhan Jask. Secara terpisah, stasiun televisi pemerintah Iran mengatakan awak kapal tanker di sekitar dermaga Kuwait dan Bahrain harus “segera meninggalkan kapal mereka, baik yang sedang berlabuh maupun bersandar di dermaga, karena akan menjadi target.”
Arab Saudi menghentikan operasi di sejumlah fasilitas energi di wilayah selatan, sementara milisi Houthi yang didukung Iran mengklaim telah melancarkan serangan baru terhadap kerajaan tersebut.





























