Logo Bloomberg Technoz

Potensi Tsunami Rendah

Di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG memastikan hingga saat ini belum mendeteksi adanya anomali muka air laut yang mengindikasikan potensi tsunami.

Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan pemantauan dilakukan melalui 20 tsunami gauge serta HF Radar Array yang berada di Carita dan Tanjung Lesung.

“Hingga pagi ini, tidak terdeteksi anomali kenaikan tinggi muka air laut ataupun perubahan pola arus permukaan secara signifikan yang mengindikasikan akan terjadinya tsunami,” jelas Ardhasena.

Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, probabilitas terjadinya tsunami saat ini berada dalam kategori rendah, yakni di bawah 50%.

Meski demikian, BMKG memprakirakan tinggi gelombang di wilayah sekitar Selat Sunda dalam tujuh hari ke depan, periode 8-13 September 2026, berada pada kisaran 0,5-3 meter.

OMC Digelar untuk Bersihkan Abu Vulkanik

Untuk mempercepat pembersihan atmosfer dari material abu vulkanik, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perhubungan, dan sejumlah pihak terkait telah menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 7 September 2026.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, mengatakan tim OMC menggunakan metode penyemaian awan hujan serta penyemprotan watermist menggunakan dua unit pesawat Cessna Caravan.

Operasi tersebut dilakukan dari Posko Bandara Pondok Cabe dan Halim Perdanakusuma.

“Hingga saat ini, OMC telah melaksanakan lima sorti penerbangan, 1 sorti menggunakan bahan semai powder NaCl, 1 sorti liquid CaCl2 dan 3 sorti menggunakan spraying/watermist,” jelas Seto.

Dia mengatakan operasi akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi atmosfer dan sebaran abu vulkanik.

Dengan operasi tersebut, konsentrasi abu vulkanik di udara diharapkan terus berkurang sehingga kondisi atmosfer secara bertahap menjadi lebih bersih.

Warga Diminta Waspada

Melihat kondisi terkini, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada namun tidak panik terhadap dinamika atmosfer akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik juga diminta membatasi aktivitas di luar rumah demi menjaga kesehatan.

Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah, BMKG mengimbau untuk selalu menggunakan masker dan kacamata pelindung.

Masyarakat juga diminta terus memperbarui informasi melalui kanal resmi BMKG, PVMBG, BNPB, dan pemerintah daerah serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

(dec)

No more pages