Logo Bloomberg Technoz

Tenor deposito umumnya tersedia dalam beberapa pilihan, seperti:

  1. 1 bulan

  2. 3 bulan

  3. 6 bulan

  4. 12 bulan

Selama dana masih berada dalam periode deposito, nasabah sebaiknya tidak mencairkannya sebelum jatuh tempo. Pencairan lebih awal dapat membuat nasabah dikenai penalti sesuai dengan ketentuan bank.

Besaran bunga deposito biasanya lebih tinggi dibandingkan bunga tabungan biasa. Keuntungan juga dapat berkembang apabila bunga yang diperoleh kembali ditempatkan sebagai tambahan modal untuk periode berikutnya.

Sementara itu, emas merupakan logam mulia yang sejak dahulu digunakan sebagai penyimpan nilai. Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak membeli emas dalam bentuk perhiasan, kini emas batangan dan produk tabungan emas semakin mudah diakses.

Pembelian emas juga dapat dilakukan secara bertahap. Sejumlah layanan perbankan maupun Pegadaian menyediakan fasilitas menabung atau mencicil emas dengan modal yang relatif terjangkau.

Selain digunakan sebagai instrumen investasi, emas juga menjadi komoditas yang diperdagangkan secara luas. Ketika pasar saham mengalami tekanan, emas kerap menjadi salah satu aset yang kembali diperhatikan investor.

1. Kebutuhan Modal

Perbedaan pertama terlihat dari jumlah dana yang perlu disiapkan. Deposito biasanya membutuhkan setoran awal tertentu sesuai dengan kebijakan masing-masing bank.

Pada sejumlah bank, nominal minimum deposito dapat mencapai Rp5 juta. Artinya, investor perlu menyediakan dana sekaligus dan membiarkannya tersimpan hingga tenor yang telah dipilih.

Emas memberikan fleksibilitas yang berbeda. Investor dapat membeli emas secara bertahap melalui skema tabungan maupun cicilan. Dengan cara tersebut, seseorang tidak harus langsung menyediakan dana besar untuk memiliki emas.

Sebagai contoh, pembelian emas dengan target tertentu dapat dilakukan melalui pembayaran secara berkala hingga jumlah yang diinginkan terpenuhi.

2. Potensi Keuntungan

Deposito memberikan keuntungan berdasarkan suku bunga yang ditetapkan bank. Karena perhitungannya dapat diketahui sejak awal sesuai ketentuan produk, hasil investasi deposito relatif lebih mudah diperkirakan.

Sebagai ilustrasi, apabila dana Rp50 juta ditempatkan pada deposito dengan bunga 5 persen dan tenor satu bulan, bunga yang diterima dapat mencapai sekitar Rp156.249,99 sebelum memperhitungkan ketentuan pajak.

Jika hasil bunga tersebut kembali dimasukkan ke dalam deposito, jumlah pokok pada periode berikutnya akan bertambah. Mekanisme tersebut memungkinkan keuntungan berkembang melalui penambahan modal secara berkala.

Berbeda dengan deposito, keuntungan emas berasal dari selisih harga ketika aset tersebut dijual kembali. Investor memperoleh keuntungan apabila harga buyback lebih tinggi dibandingkan harga ketika emas dibeli.

Dalam transaksi emas, investor perlu mengenali dua jenis harga, yaitu harga jual dan harga buyback. Harga jual merupakan harga ketika investor membeli emas, sedangkan harga buyback merupakan harga yang diberikan ketika emas dijual kembali kepada pihak penyedia.

3. Risiko dan Biaya

Meskipun kerap dianggap sebagai investasi yang relatif aman, deposito dan emas tetap memiliki risiko masing-masing. Pada deposito, salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah pencairan dana sebelum jatuh tempo.

Penarikan sebelum waktunya dapat menyebabkan investor terkena penalti. Karena itu, deposito kurang ideal apabila dana tersebut sewaktu-waktu harus digunakan untuk kebutuhan mendesak.

Pada emas, risiko utamanya berkaitan dengan perubahan harga. Investor dapat mengalami kerugian apabila menjual emas ketika harga buyback berada di bawah harga pembelian.

Selain potensi kerugian, terdapat sejumlah biaya yang juga perlu diperhatikan. Deposito dapat melibatkan biaya materai serta pajak atas bunga sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, transaksi emas dapat memiliki biaya administrasi, materai, serta ketentuan lain tergantung layanan yang digunakan. Pembelian emas batangan juga dapat dikenai pajak sesuai aturan yang berlaku.

4. Tingkat Likuiditas

Dari sisi likuiditas, emas cenderung lebih fleksibel dibandingkan deposito. Tabungan emas dapat dicairkan sesuai ketentuan layanan, sehingga investor memiliki akses yang lebih mudah terhadap asetnya.

Perkembangan layanan digital juga membuat transaksi emas semakin praktis. Pengguna dapat melakukan pembelian, penjualan, maupun pengelolaan tabungan emas melalui layanan digital yang tersedia.

Deposito memiliki karakter berbeda. Dana yang telah ditempatkan idealnya dibiarkan hingga jatuh tempo agar investor memperoleh manfaat sesuai perjanjian awal.

Karena karakter tersebut, deposito lebih cocok untuk dana yang memang tidak akan digunakan dalam waktu dekat. Dana darurat sebaiknya tidak seluruhnya ditempatkan pada instrumen yang memiliki keterbatasan pencairan.

5. Pengaruh Inflasi

Inflasi juga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih investasi. Emas secara umum memiliki hubungan positif dengan inflasi, sehingga kenaikan inflasi dapat diikuti dengan peningkatan harga emas.

Deposito memiliki mekanisme yang berbeda. Ketika tingkat inflasi meningkat sementara bunga nominal tidak mengalami kenaikan yang sebanding, imbal hasil riil yang diterima investor dapat menurun.

Sebagai gambaran, apabila bunga nominal berada di level 4 persen dan inflasi mencapai 2 persen, tingkat imbal hasil riil secara sederhana berada di sekitar 2 persen. Jika inflasi meningkat menjadi 3 persen sementara bunga tetap, imbal hasil riil turun menjadi sekitar 1 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investor tidak cukup hanya melihat besaran bunga deposito. Tingkat inflasi juga perlu diperhatikan untuk mengetahui seberapa besar daya beli keuntungan yang sebenarnya.

Jadi, Pilih Deposito atau Emas?

Pilihan antara deposito dan emas pada akhirnya bergantung pada kondisi serta tujuan keuangan masing-masing investor. Tidak ada satu instrumen yang secara mutlak lebih baik untuk semua orang.

Deposito dapat menjadi pilihan bagi investor yang memiliki dana cukup dan menginginkan instrumen dengan imbal hasil yang relatif mudah diperkirakan. Produk ini juga cocok bagi mereka yang tidak membutuhkan dana tersebut dalam waktu dekat.

Sementara itu, emas dapat dipertimbangkan oleh investor yang memiliki modal lebih terbatas dan ingin berinvestasi secara bertahap. Fleksibilitas pembelian melalui tabungan atau cicilan membuat emas dapat dijangkau oleh lebih banyak kalangan.

Bagi investor yang memiliki dana lebih dan ingin melakukan diversifikasi, menggabungkan keduanya juga dapat menjadi alternatif. Sebagian dana dapat ditempatkan pada deposito, sementara sebagian lainnya digunakan untuk membeli emas secara berkala.

Dengan strategi tersebut, investor tidak hanya bergantung pada satu jenis aset. Deposito dapat memberikan imbal hasil yang lebih terukur, sedangkan emas dapat menjadi alternatif penyimpan nilai ketika kondisi ekonomi dan inflasi mengalami perubahan.

Pada akhirnya, sebelum menentukan investasi, penting untuk memahami karakter produk, biaya, risiko, serta tujuan penggunaan dana. Dengan mempertimbangkan faktor tersebut, keputusan antara deposito dan emas dapat disesuaikan dengan kebutuhan keuangan masing-masing.

(seo)

No more pages