Logo Bloomberg Technoz

Di area operasional, Perusahaan meningkatkan pemantauan kondisi debu atau abu vulkanik melalui pemeriksaan rutin dan patroli lapangan. Perusahaan juga mengimbau kepada karyawan terkait potensi paparan abu vulkanik termasuk penggunaan masker sesuai dengan kondisi di lapangan.

Perusahaan juga memastikan kegiatan pembersihan filter berjalan rutin serta menjaga ketersediaan filter dan suku cadang kritis yang diperlukan untuk mendukung kesiapan fasilitas.

“Sejalan dengan perkembangan aktivitas gunung Anak Krakatau, kami terus memperkuat pemantauan dan kesiapsiagaan di lapangan,” kata dia.

Gunung Anak Krakatau di Lampung kembali mengalami erupsi pada Selasa (8/9/2026) pagi. Erupsi terjadi pada pukul 05:08 WIB, namun tinggi kolom erupsi tidak teramati.

Berdasarkan informasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 47 milimeter dan durasi sekitar 15 detik.

"Telah terjadi erupsi G. Anak Krakatau, Lampung pada tanggal 08 September 2026 pukul 05:08 WIB namun tinggi kolom erupsi tidak teramati," tulis PVMBG dalam informasi erupsi Gunung Anak Krakatau, Selasa (8/9/2026).

Saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berada pada Status Level III atau Siaga.

PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Imbauan tersebut dikeluarkan sebagai langkah mitigasi mengingat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berada pada level Siaga.

Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api yang berada di kawasan Selat Sunda, Lampung. Aktivitas vulkaniknya dipantau secara berkala oleh Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau dan PVMBG.

(naw)

No more pages