Logo Bloomberg Technoz

Pemilik kendaraan perlu memperhatikan urutan pembersihan agar abu tidak justru merusak lapisan cat maupun masuk ke bagian tertentu pada kendaraan.

  1. Siram kendaraan terlebih dahulu

Langkah pertama adalah membasuh seluruh bodi kendaraan menggunakan air bersih. Penyemprotan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, dimulai dari bagian atas kendaraan kemudian bergerak ke bagian bawah.

Air perlu dialirkan hingga debu atau abu yang terlihat menempel di permukaan kendaraan terangkat. Pada tahap ini, pemilik kendaraan sebaiknya tidak langsung menggunakan kain.

Tekanan air juga perlu diperhatikan. Gunakan tekanan sedang dan hindari semprotan bertekanan terlalu tinggi.

Tekanan air yang terlalu kuat dapat mendorong material abu vulkanik yang memiliki bentuk runcing masuk ke celah tertentu pada kendaraan. Kondisi tersebut juga berpotensi membuat permukaan cat tergores.

  1. Jangan membuka kap mesin

Selama proses membilas kendaraan, kap mesin sebaiknya tetap tertutup. Pemilik kendaraan tidak dianjurkan membuka kap ketika sedang menyemprot bagian bodi.

Abu yang masih menempel pada permukaan kendaraan dapat berpindah ke area mesin apabila kap dibuka ketika proses penyiraman berlangsung.

Karena itu, proses pembilasan sebaiknya dilakukan dengan kondisi kap mesin tetap tertutup. Bagian mesin dapat diperiksa dan dibersihkan setelah proses pencucian kendaraan selesai dengan prosedur yang tepat.

  1. Gunakan sampo dengan pH 7

Setelah abu berhasil dibilas, kendaraan dapat dicuci menggunakan sampo khusus mobil dengan tingkat keasaman sedang atau pH 7.

Penggunaan sampo tersebut ditujukan untuk membantu menetralisir tingkat keasaman yang dapat berasal dari unsur kimia dalam abu vulkanik.

Pemilik kendaraan sebaiknya menghindari penggunaan bahan pembersih yang tidak diperuntukkan bagi permukaan kendaraan. Produk yang sesuai dengan material bodi dapat membantu menjaga kondisi lapisan cat selama proses pembersihan.

  1. Gunakan kain microfiber

Setelah permukaan kendaraan kembali basah dan abu sudah banyak terangkat, proses pengelapan dapat dilakukan menggunakan kain microfiber yang memang diperuntukkan bagi bodi kendaraan.

Kain tidak harus dalam kondisi baru, tetapi harus benar-benar bersih. Penggunaan kain yang masih mengandung kotoran justru dapat menambah risiko goresan pada permukaan.

Christopher mengingatkan agar proses pengelapan dilakukan tanpa memberikan tekanan berlebihan. Air juga diupayakan tetap mengalir ketika permukaan kendaraan dibersihkan.

Silika yang masih tersisa di permukaan dapat menimbulkan goresan lebih dalam apabila kain ditekan terlalu kuat ketika menggosok bodi kendaraan.

  1. Bersihkan wiper secara terpisah

Bagian wiper juga perlu mendapat perhatian karena abu vulkanik dapat menempel pada karet wiper.

Karet wiper dapat dilepas dari batang atau tuasnya kemudian dicuci menggunakan air bersih. Setelah itu, kompresor angin dapat digunakan untuk membantu melepaskan material yang masih menempel.

Pembersihan tersebut penting karena sisa abu pada wiper dapat kembali bersentuhan dengan kaca ketika wiper digunakan. Jika masih terdapat partikel abrasif, permukaan kaca berpotensi mengalami goresan.

  1. Periksa filter udara dan kabin AC

Abu vulkanik tidak hanya menempel pada bagian luar kendaraan. Material tersebut juga dapat menumpuk pada filter udara dan filter kabin AC.

Filter udara yang sudah kotor perlu mendapatkan perhatian dan dibersihkan sesuai prosedur. Pengecekan secara berkala dapat dilakukan untuk mencegah penumpukan abu yang semakin banyak.

Filter kabin AC juga perlu diperiksa dan diganti apabila kondisinya sudah tidak layak. Komponen tersebut berperan dalam menyaring udara yang masuk ke dalam kabin kendaraan.

Motor Juga Perlu Dibersihkan dengan Cara Serupa

Bukan hanya mobil yang harus mendapat perlakuan khusus. Sepeda motor yang terkena abu vulkanik juga sebaiknya tidak langsung dibersihkan menggunakan kain.

Prinsip dasarnya sama, yaitu menghilangkan abu dengan air terlebih dahulu sebelum melakukan pengelapan. Cara tersebut dapat mengurangi kemungkinan partikel abu bergesekan langsung dengan permukaan bodi.

Andriawan, warga Jakarta Selatan, turut mengingatkan pentingnya membilas kendaraan sebelum mengelapnya.

"Untuk motor, prinsip sama. Jangan lap langsung dengan kain karena bisa membuat bodi motor baret-baret. Semprot dengan air baru dilap," kata Andriawan, warga Jakarta Selatan.

Pemilik motor juga perlu memperhatikan bagian yang memiliki celah atau komponen yang dapat menjadi tempat menumpuknya abu. Pembilasan perlu dilakukan secara menyeluruh, tetapi tetap menggunakan tekanan air yang tidak berlebihan.

Abu vulkanik yang terlihat tipis pada kendaraan bukan berarti tidak berisiko terhadap permukaan bodi. Partikel yang tertinggal dapat berubah menjadi material abrasif ketika kendaraan langsung digosok.

Karena itu, langkah paling penting yang perlu diingat adalah jangan terburu-buru mengelap kendaraan. Bilas terlebih dahulu dengan air bersih sampai sebagian besar abu terangkat dari permukaan.

Setelah itu, proses pencucian dapat dilanjutkan menggunakan sampo kendaraan yang sesuai. Pengelapan dilakukan menggunakan microfiber bersih dengan tekanan ringan agar sisa partikel tidak menggores cat.

Pemilik kendaraan juga sebaiknya memperhatikan komponen yang tidak terlihat secara langsung, terutama filter udara dan filter kabin AC. Penumpukan abu pada bagian tersebut dapat mengurangi kebersihan sistem penyaringan udara kendaraan.

Dengan menerapkan urutan pembersihan yang tepat, risiko kerusakan akibat abu vulkanik dapat dikurangi. Hal terpenting adalah menghindari kebiasaan langsung mengelap abu kering yang masih menempel pada bodi mobil maupun motor.

Kendaraan yang terkena abu Anak Krakatau sebaiknya dibersihkan secara hati-hati dan menyeluruh. Selain menjaga tampilan kendaraan, cara tersebut juga membantu mencegah partikel abu tertinggal pada berbagai komponen setelah paparan terjadi.

(seo)

No more pages