Trump kembali membandingkan jumlah korban tewas dari pihak militer AS yang mencapai 18 orang dengan perang Vietnam dan Afganistan, yang berlangsung selama bertahun-tahun dan menewaskan puluhan ribu tentara AS. Namun, Trump mengakui bahwa “kami kehilangan 18 jiwa yang luar biasa.”
“Satu orang saja sudah terlalu banyak. Namun, di Vietnam, kami kehilangan puluhan ribu orang. Di Afghanistan, kami juga kehilangan banyak orang,” katanya. “Apa yang kami lakukan sungguh luar biasa. Kami mengambil alih Venezuela dan pada dasarnya telah mengambil alih Iran.”
Sejumlah jajak pendapat menunjukkan warga AS memberikan penilaian buruk terhadap cara Trump menangani perang tersebut. Konflik itu telah mendorong harga energi bagi masyarakat AS dan meningkatkan risiko Partai Republik kehilangan kendali atas Kongres dalam pemilu sela November.
Upaya sejumlah pejabat Trump untuk mengecilkan dampak perang tersebut menuai kritik dari Partai Demokrat. Menteri Perdagangan Howard Lutnick pada Kamis mengatakan dirinya “salah bicara” setelah sehari sebelumnya keliru menyatakan bahwa tidak ada personel militer AS yang tewas dalam perang di Iran.
(bbn)
































