Logo Bloomberg Technoz

Namun, perluasan fungsi X ke sektor pembayaran juga mulai menarik perhatian pelaku kejahatan siber. Bahkan sehari sebelum pengumuman mengenai perubahan pembayaran kreator, X mengatakan sedang menyelidiki gelombang email pengaturan ulang kata sandi yang tidak diminta oleh pengguna. Sejumlah pengguna melaporkan menerima email tersebut secara massal.

Insinyur produk X, Mridul Singhai mengatakan perusahaan menduga pelaku mencoba menargetkan akun pengguna karena X Money kini tersedia secara luas. “Para peretas tampaknya percaya sekerang setelah @Xmoney tersedia secara luas, mereka dapat memperoleh akses tidak sah ke akun,” sebutnya.

Menurut Singhai, hingga saat itu X belum menemukan bukti adanya pembobolan sistem. Ia mengatakan perusahaan masih melakukan investigasi dan meminta pengguna bersabar karena banyaknya email pengaturan ulang kata sandi yang masuk.

X juga menduga pelaku menggunakan mekanisme pengaturan ulang kata sandi untuk mencoba mendapatkan akses ke akun. Chatbot Grok menyebut serangan dilakukan dengan memicu formulir pengaturan ulang kata sandi secara massal menggunakan nama pengguna yang tersedia secara publik.

Meski demikian, X mengatakan belum menemukan bukti adanya pembobolan sistem secara luas atau pengambilalihan akun secara massal. Perusahaan kemudian mengingatkan pengguna untuk meningkatkan keamanan akun, salah satunya dengan mengaktifkan autentikasi dua faktor. X juga menyediakan fitur Password Reset Protect untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap upaya pengaturan ulang kata sandi yang tidak sah.

(ain)

No more pages