Mobil modern semakin banyak dibangun dengan mengandalkan unit komputasi pusat, lazim dinamai ECU, dan pembaruan over-the-air (OTA) memungkinkan mobil tersebut mendapatkan fungsionalitas yang lebih baik berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah keluar dari pabrik.
Honda dan Nissan tengah berupaya menghadapi penjualan yang lesu di China dan Amerika Serikat, serta berada di bawah tekanan untuk meningkatkan penawaran produk mereka. Kesepakatan terbaru ini dimaksudkan untuk mempercepat waktu pengembangan perangkat lunak dan menggunakan sumber daya secara lebih efisien, demikian pernyataan mereka.
Pada tahun 2025, kedua perusahaan sempat mempertimbangkan untuk melakukan merger dalam sebuah kesepakatan yang secara teori akan melahirkan salah satu produsen mobil terbesar di dunia. Namun, rencana merger tersebut gagal setelah Nissan menolak tuntutan Honda agar Nissan menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Honda.
Kedua perusahaan tersebut tetap menjalin kemitraan strategis yang juga melibatkan Mitsubishi Motors Corp., dan di masa lalu pernah berkolaborasi dalam pengembangan teknologi, termasuk kendaraan listrik (EV).
(bbn)
































