“Target untuk live kita menjadikan di minggu ke-3 atau minggu ke-4 bulan September. Karena kita akan menunggu kesiapan dari seluruh anggota bursa,” ujarnya.
Jeffrey menegaskan penghapusan batas minimum harga tersebut nantinya berlaku untuk seluruh saham yang tercatat di BEI.
Sebelumnya, BEI menyiapkan perubahan batas bawah harga saham dengan menurunkan batas minimum dari Rp50 menjadi Rp1.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan dan memperbaiki proses price discovery atau pembentukan harga saham.
Jeffrey mengatakan sebagian besar saham yang saat ini berada di level Rp50 merupakan saham dengan likuiditas rendah.
Dengan penghapusan batas minimum tersebut, BEI berharap investor mendapatkan kesempatan memperoleh likuiditas yang lebih baik pada saham-saham tersebut.
“Tujuannya adalah untuk memberikan likuiditas kepada investor yang selama ini tidak bisa mendapatkan likuiditas dari saham-saham tersebut,” ujarnya.
Jeffrey menambahkan penghapusan batas minimum harga saham tersebut seharusnya tidak memengaruhi potensi outflow di pasar modal Indonesia.
(fik/naw)



























